Waspadai Happy Hypoxia pada Pasien Covid-19, Ini Gejalanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 481 2443596 waspadai-happy-hypoxia-pada-pasien-covid-19-ini-gejalanya-ZDaUO6lXrG.jpg Pasien Covid-19 (Foto: Times of India)

AKIBAT melonjaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia menyebabkan banyak orang yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di rumah masing-masing. Meski sebagian besar masyarakat yang melakukan isoman tidak bergejala atau hanya bergejala ringan, namun seseorang harus tetap waspada akan timbulnya Happy Hypoxia pada pasien Covid-19.

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, happy hypoxia adalah gejala yang ditemukan pada pasien Covid-19 dan dapat berdampak berbahaya.

 Pandemi Covid-19

Hypoxia adalah kondisi kurangnya oksigen di dalam darah. Adanya tanda happy hypoxia pada pasien Covid-19 tidak menunjukkan gejala klinis, seperti sesak. Kondisi ini juga dikenal dengan silent hypoxia atau apathetic hypoxia dan bisa berakibat fatal apabila tidak ditangani.

Seseorang yang mengalami hypoxia akan mengalami kerusakan pada saraf yang mengantarkan sensor sesak ke otak. Di sisi lain otak tidak dapat merespon sesak, alhasil pasien merasa tidak ada gejala atau tidak terlihat sesak. Berikut gejala yang bisa muncul apabila seseorang mengalami happy hypoxia.

1. Gejala Covid-19 bertambah.

2. Ada batuk yang bertambah atau menetap.

3. Ada keluhan semakin lemas dan kesadaran menurun.

4. Warna bibir atau ujung jari mulai kebiruan.

5. Saturasi oksigen di bawah normal (<95%).

Jika mengalami keluhan seperti lima gejala yang disebutkan di atas, maka segera datang ke rumah sakit atau mencari pertolongan tenaga kesehatan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini