RS Swasta dan RSUD Dominasi Klaim Pembayaran Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 481 2443850 rs-swasta-dan-rsud-dominasi-klaim-pembayaran-covid-19-tTooEIsbbt.jpg Pasien Covid-19 (Foto: Asian institute of medical science)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan update terbaru mengenai pembayaran klaim rumah sakit untuk pelayanan Covid-19. Saat ini pemerintah telah melakukan pembayaran sebesar Rp22,8 triliun yang uangnya sudah ditransfer ke sejumlah rumah sakit yang mengajukan klaim.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dr. Rita Rogayah menjelaskan, transfer yang sudah dibayarkan ini terdiri dari bulan layanan pasien-pasien di 2021 sebesar Rp14,7 triliun. Selain itu pemerintah juga memproses tunggakan yang berupa pelayanan pasien yang telah diberikan pada 2020 sebesar Rp8,16 triliun.

 pasien Covid-19

Berdasarkan pembayaran Rp22,8 triliun yang dilakukan Kemenkes, realisasi berdasarkan kepemilikan rumah sakit didominasi oleh rumah sakit swasta di Tanah Air. Pembayaran paling besar dipegang oleh rumah sakit swasta karena jumlahnya yang memang sangat banyak di Indonesia dan mereka membantu dalam pelayanan pasien Covid-19.

“Realisasi berdasarkan kepemilikan RS, kalau dilihat rumah sakit swasta jumlahnya memang sangat tinggi. Rumah sakit yang ada di Indonesia itu jumlahnya sekira 3 ribu RS. Saat ini RS yang sudah mengklaim tagihan untuk pelayanan Covid-19 sebanyak 805 RS Swasta dengan tagihan yang sudah dibayarkan sekira Rp11,89 triliun,” kata dr. Rita, dalam sesi jumpa pers ‘Update Pembayaran Klaim Rumah Sakit’, Rabu (21/7/2021).

Selain rumah sakit swasta, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi yang tertinggi selanjutnya dalam realisasi pembayaran. Sebab saat ini hampir semua RSUD diperintahkan untuk meng-cover dan menjadi rujukan utama bagi para pasien Covid-19.

“Untuk RSUD sekira 418 dengan jumlah tagihan sekira Rp6,87 triliun dengan beberapa rumah sakit vertikal yang dimiliki Kemenkes, seperti BUMN, Polri, dan kementerian lainnya. Jadi memang pelayanan yang banyak itu adanya di RS Swasta dan daerah,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini