Kenali 4 Gejala Anda Menderita Alergi Debu

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 481 2444042 kenali-4-gejala-anda-menderita-alergi-debu-vRq8GecioJ.jpg Ilustrasi gejala alergi debu. (Foto: Pressfoto/Freepik)

ALERGI debu dialami banyak orang. Kondisi makin parah ketika lingkungan sekitar dipenuhi debut. Sudah dibersihkan di setiap sudut rumah, namun debu tetap kembali menempel dengan cepat.

Bagi orang-orang yang memiliki alergi debu, partikel satu ini memang menyebalkan, karena membuat menderita, mendatangkan gejala seperti demam hingga hidung berair.

Baca juga: 4 Bahan Alami Bisa Bikin Kamu Terhindar dari Alergi Debu 

Lantas, sebenarnya apa saja indikasi Anda mengidap alergi debu?

Dikutip dari laman Yahoo, Kamis (22/7/2021), Dr Mansi J Kanuga MD, ahli imunologi dan konsultan divisi penyakit alergi di Mayo Clinic, memberi ulasan empat tanda Anda memiliki alergi debu.

1. Mata gatal dan berair

Jika mata terasa gatal dan berair, Anda mungkin memiliki alergi. Menurut dr Mansi, orang-orang yang alergi terhadap tungau debu bisa mengalami hidung tersumbat, pilek, serta bersin. Kemudian bagi mereka yang punya penyakit asma, alergi tungau debu juga dapat memicu gejala pernapasan seperti batuk dan tersengau-sengau.

Baca juga: Masya Allah, Putra Siregar Raih Rekor Sembelih 1.100 Hewan Kurban 

2. Bersin setelah bersih-bersih rumah

Tungau debu bisa menjadi airbone sementara, contohnya dengan aktivitas menyedot debu, dan memicu gejala alergi. Tapi bukan berarti kita tak boleh mem-vacuum rumah. Sesi bersih-bersih rumah menggunakan vacuum, sebaiknya dibarengi dengan strategi lain.

Dokter Mansi merekomendasikan untuk alat penyedot debu yang dilengkapi dengan filter HEPA yang bisa menjebak partikel kecil seperti tungau debu, sehingga tidak mensirkulasikannya kembali di udara dan dapat membantu meminimalkan alergi.

3. Kurangi tungau debu

American College of Allergy, Asthma, and Immunology menyarankan memakai masker saat membersihkan rumah. Lepaskan karpet dan gorden dari dinding ke dinding, terutama di kamar tidur yang menjadi tempat tungau debu menumpuk.

Ganti sarung bantal dan penutup kasur yang biasa dipakai dengan jenis antitungau debu. Mencuci seprai sesering mungkin dengan air panas juga dapat mengurangi jumlah organisme, dan sebisa mungkin jangan ada boneka binatang (stuffed animals ) di rumah.

Baca juga: Tidak Banyak yang Tahu, 5 Artis Cantik Ini Sudah Naik Haji 

4. Gejala sulit bernapas tak hilang

Menurut dr Mansi; asma, rinitis alergi, sinusitis, dan konjungtivitis alergi bisa dikaitkan dengan alergi tungau debu. Jika gejalanya terus-terusan, meskipun sudah melakukan berbagai cara untuk mengurangi paparan debu, maka pertimbangkan untuk untuk mengonsumsi obat alergi yang dijual bebas.

"Jika itu juga tidak membantu, cari evaluasi medis tambahan. Setiap kondisi kesulitan bernapas harus dievaluasi segera mungkin oleh tenaga medis professional," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini