Waspada! Kurang Tidur Bikin Berat Badan Naik, Ini 5 Alasannya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 481 2444227 waspada-kurang-tidur-bikin-berat-badan-naik-ini-5-alasannya-hKFQC2ze7s.jpg Ilustrasi kurang tidur sebabkan berat badan naik. (Foto: Jcomp/Freepik)

TIDAK banyak yang tahu bahwa tidur bisa membantu menurunkan berat badan. Selama ini banyak orang coba mencapai berat badan ideal hanya dengan mengikuti diet dan olahraga rutin. Untuk penurunan berat badan yang tepat, seseorang perlu fokus pada faktor-faktor lain juga, termasuk pola tidur.

Faktor lain seperti jumlah tidur, mencegah stres, dan berbagai kebiasaan sehat lainnya juga memberikan peran penting dalam penurunan berat badan. Jumlah jam tidur setara dengan diet yang diikuti dan olahraga yang dilakukan.

Baca juga: Simak! Ini Risiko Gangguan Tidur yang Perlu Diwaspadai 

Sayangnya, banyak orang kurang tidur. Sekira 30 sampai 40 persen orang dewasa tidak tidur lebih dari 5 jam setiap hari. Kurang tidur menyebabkan iritasi, mendorong perubahan suasana hati, dan memengaruhi sistem pencernaan tubuh.

Beberapa penelitian menyatakan tidur mungkin menjadi faktor yang hilang bagi banyak orang yang berjuang menurunkan berat badan. Berikut alasan kurang tidur dapat membuat berat badan naik, seperti dikutip dari laman Pinkvilla, Kamis (22/7/2021).

Ilustrasi berat badan. (Foto: Drobotdean/Freepik)

1. Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan

Orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak daripada orang lain. Itu terjadi karena tidur memengaruhi dua hormon kelaparan yakni ghrelin dan leptin. Ghrelin memberi sinyal rasa lapar di otak. Leptin yang dilepaskan dari sel-sel lemak menekan rasa lapar dan memberi sinyal rasa kenyang di otak.

Jadi ketika Anda kurang tidur, tubuh membuat lebih banyak ghrelin dan lebih sedikit leptin, membuat Anda lapar dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, kortisol-hormon stres dalam tubuh lebih tinggi ketika tidak cukup tidur, kemudian menyebabkan nafsu makan meningkat.

2. Kurang tidur meningkatkan asupan kalori

Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori. Peningkatan kalori ini disebabkan meningkatnya nafsu makan dan pilihan makanan yang buruk untuk mengatasi rasa lapar.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kalori ekstra dikonsumsi sebagai camilan setelah makan malam. Dikarenakan tidak tidur tepat waktu, kebanyakan orang terjaga sampai larut malam, lalu mendorong mereka untuk mengunyah beberapa makanan ringan sambil menonton TV, membaca beberapa buku, atau mengerjakan sesuatu.

Baca juga: Teknik Proning, Cara Tingkatkan Saturasi Oksigen yang Terbukti Ampuh! 

3. Kurang tidur memengaruhi metabolisme

Tingkat metabolisme istirahat (RMR) adalah jumlah kalori yang dibakar tubuh saat tidur. Ini dipengaruhi usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan massa otot. Tetapi penelitian juga menyatakan bahwa kurang tidur menurunkan RMR.

4. Kurang tidur menyebabkan sel menjadi resisten insulin

Insulin adalah hormon yang melewati gula dari aliran darah ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Ketika sel-sel dalam tubuh menjadi resisten insulin, lebih banyak gula tetap berada dalam aliran darah dan tubuh memproduksi lebih banyak insulin untuk mengimbanginya.

Kelebihan insulin membuat lebih lapar dan memberi tahu tubuh untuk menyimpan lebih banyak kalori sebagai lemak. Semua ini terjadi karena kurang tidur dapat menyebabkan sel menjadi resisten terhadap insulin.

Baca juga: Bantuan Masyarakat Terdampak PPKM, Ibu Hamil Rp3 Juta per Tahun 

5. Kurang tidur merupakan faktor utama terjadinya obesitas

Kurang tidur berulang kali dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dan penambahan berat badan. Orang yang tidur kurang dari 7 jam mengalami kenaikan berat badan lebih dari yang lain. Untuk mencapai berat badan itu, tidurlah tepat waktu dan biarkan tubuh beristirahat setidaknya 7 jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini