Waspada Hoaks soal CT Value Pasien Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 481 2444297 waspada-hoaks-soal-ct-value-pasien-covid-19-ini-penjelasan-dokter-h3rEFDi2ow.jpg Ilustrasi waspada hoaks soal CT Value tes PCR pasien covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)

SEIRING melonjaknya kasus covid-19, banyak sekali hoaks yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah pengertian mengenai Cycle Threshold atau CT Value pada hasil tes PCR covid-19. Kabar yang beredar menyebut nilai CT 0–11 invalid, 12–20 buruk, 21–30 dan 31–40 dianggap baik.

Influencer kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19, Muhamad Fajri Adda'i, memastikan penjelasan seperti yang beredar tersebut adalah salah. Ia mengatakan hasil PCR positif berapa pun CT Value-nya, seseorang harus menjalani isolasi dan segera konsultasi dengan dokter.

Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19, Menteri Agama: Terus Ketatkan Prokes dan Perbanyak Dzikir 

Hal tersebut ia sampaikan berdasarkan Protokol Tata Laksana Covid-19 Lima Organisasi Profesi pada 14 Juli 2021. Dalam unggahan di akun Instagram-nya @dr.fajriaddai, Kamis (22/7/2021), dr Fajri membagikan empat fakta menarik terkait CT Value yang disampaikan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Edisi 1 pada 15 Juli 2021.

Hoaks soal CT Value tes PCR pasien covid-19. (Foto: Instagram @dr.fajriaddai)

1. Tidak ada pengelompokan baik, buruk, dan invalid berdasarkan CT Value.

2. CT Value tidak dapat dibandingkan antar-lab karena ada perbedaan sampel yang diperiksa, metode, alat, dan reagen.

3. CT Value yang tinggi 31–40 dapat ditemukan juga pada awal masa infeksi sehingga bisa menularkan.

4. Ada alat atau reagen yang memang mampu mendeteksi RNA virus dengan CT Value <11. Semua hasil yang dikeluarkan lab sudah divalidasi.

Baca juga: Kelar Isolasi Mandiri Perlukah Lakukan Tes PCR? Ini Kata Dokter 

Lantas, apakah CT Value dapat digunakan untuk menilai seseorang masih dapat menularkan atau tidak virus covid-19 (infeksius)?

"Tidak, meskipun upaya membiakkan virus (kultur virus untuk melihat apa virus masih menularkan) dari saluran pernapasan bagian atas, sebagian besar tidak berhasil ketika nilai CT tinggi. Namun, nilai CT bukanlah ukuran kuantitatif banyaknya virus. Selain itu, tidak ada nilai CT yang sudah standardisasi oleh berbagai platform RT-PCR atau disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam manajemen klinis," jelas dr Fajri.

Lebih lanjut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat tidak mendukung atau merekomendasikan penggunaan CT Value untuk menilai apakah seseorang tidak lagi menularkan virus. Namun, nilai CT serial (diukur beberapa kali) mungkin berguna dalam konteks seluruh informasi yang tersedia saat menilai pemulihan dan resolusi infeksi (dinilai oleh dokter berdasarkan perjalanan klinis).

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini