Hari Anak Nasional, Kesehatan Mental Anak Bergantung Kebahagiaan Orangtua

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 481 2444477 hari-anak-nasional-kesehatan-mental-anak-bergantung-kebahagiaan-orangtua-YhPzC7hIyK.jpg Ilustrasi kebahagiaan di momen Hari Anak Nasional. (Foto: Jcomp/Freepik)

IKATAN emosional orangtua dan anak memang cukup kuat. Ini bisa dilihat dari banyak sekali anak yang menangis saat ditinggal orangtuanya pergi. Begitu pula saat orangtua sedang memiliki masalah, anak juga ikut terlihat sedih.

Akan tetapi, kebanyakan orangtua lebih memilih memendam emosi dibanding mengurainya. Terlebih lagi di masa pandemi covid-19 seperti sekarang, batasan antara pekerjaan rumah, kantor, dan mengurus anak sulit untuk ditentukan.

Baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Menteri Bintang: Lindungi dan Penuhilah Hak Anak 

Akibatnya, orangtua yang memilih memendam emosinya menjadi mudah marah terhadap anak kemudian memberikan perlakukan yang salah. Akibatnya, sang anak menjadi trauma hingga dapat berimbas pada kesehatan mentalnya.

"Di masa pandemi anak dan orangtua sama-sama cemas. Misalnya anak numpahin air sedikit langsung dimarahi," ujar psikolog Fathya Artha Utami MSc MPsi dalam webinar Hari Anak Nasional, Selasa (22/7/2021).

Ilustrasi orangtua dan anak. (Foto: Tirachardz/Freepik)

Begitu juga dengan sang anak, lanjut dia, mereka akan berulah yang dapat membuat orangtuanya jengkel. Seperti mogok sekolah, membuat rumah menjadi kotor, atau mencari perhatian seperti tantrum sepanjang hari.

"Jadi kalau anak nakal, nyebelin, coba rasakan lagi apa yang orangtua rasakan. Karena perilaku yang tidak tepat pada anak itu karena ada dorongan emosi yang lebih dalam," jelasnya.

Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional, Kemen PPPA Ajak Anak-Anak Berwisata Virtual 

Oleh karena itu, orangtua bisa merangkul anak dan meminta mereka cerita apa yang dirasakan. Sebab jika dimarahi, biasanya anak akan makin membuat ulah yang tidak terkendali.

"Jika anak membuat ulah, coba renungkan dulu. Karena biasanya jika orangtua meresponsnya dengan cara memarahi. Biasanya orangtua sendiri yang akan menyesal," tukasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini