Apa Perbedaan Gejala Covid-19 pada Anak dan Orang Dewasa?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 481 2444481 apa-perbedaan-gejala-covid-19-pada-anak-dan-orang-dewasa-QLZicATYPE.jpg Anak kena Covid-19 (Foto: The ET)

MESKI dinilai lebih kebal terserang Covid-19, namun kelompok anak juga bisa mengalami kasus fatal jika terinfeksi. Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi mengatakan, saat ini varian Covid-19 Delta yang menginfeksi masyarakat lebih mudah menempel dan menginfeksi pada anak-anak.

Penelitian menyebut ada sekita 12,8 persen kasus Covid-19 pada anak dan sekira 1 persennya berakibat fatal.

 anak kena Covid-19

Tentunya ada perbedaan mendasar terkait Covid-19 pada anak dan orang dewasa. Sebab Covid-19 pada anak agak sulit untuk terdeteksi karena keterbatasan mereka dalam berkomunikasi. Alhasil perhatian dan kesigapan dari orangtua memegang peranan kunci untuk selalu mengawasi dan melihat perubahan yang terjadi pada anaknya.

“Gejala Covid-19 cakupannya luas. Mulai dari tanpa gejala hingga membutuhkan alat bantu pernapasan dan alat pacu jantung. Cuma terkadang anak sulit untuk mengungkapkan gejalanya karena mereka juga sulit untuk mengkomunikasikannya. Jadi orangtua harus aware dengan perubahan tingkah lakunya,” kata Dokter Reza, dalam Live Instagram Series Bersama Okezone 'Covid-19 pada Anak: Gejala dan Panduan Isoman’, Kamis (22/7/2021).

Menurut Dokter Reza, pada gejala sedang, anak paling sering mengalami pneumonia seperti sesak. Namun ada pula gejala yang mengganggu sistem pencernaannya seperti diare dan muntah.

Tapi ada pula gejala yang bisa menyerang pada sistem sarafnya seperti kejang. Tapi secara garis besar gejala pada anak itu hampir sama dengan yang dialami orang dewasa.

“Banyak bayi terpapar Covid-19 apa beda gejalanya? Seseorang disebut anak itu mulai dari 0-18 tahun. Kalau dilihat dari bayi sampai dewasa ya hampir sama. Yang berbeda adalah cara mereka mengungkapkannya. Setelah semakin besar dia bisa mengungkapkannya sehingga tahu misal gejalanya anosmia. Jadi sebenarnya dari orangtuanya yang harus lebih aware terhadap anaknya,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini