Studi: 33,8% Anak Indonesia Mageran Selama Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 481 2444959 studi-33-8-anak-indonesia-mageran-selama-pandemi-ogDywUX0Nh.jpg Anak mager (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 mengharuskan anak-anak berkegiatan di rumah saja. Mulai dari belajar, beraktivitas, maupun beribadah.

Kebiasaan baru tersebut ternyata tak diiringi dengan gaya hidup sehat. Menurut studi yang diterbitkan oleh National Center for Biotechnology Information, hampir 33,8 persen anak Indonesia memiliki kecenderungan 'sedentary lifestyle' atau gaya hidup tidak aktif alias mageran.

 anak mager

"Kebiasaan ini misalnya dengan berdiam diri, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat secara berlebihan," terang laporan berjudul 'Hari Anak Nasional, Aqua Ajak Orangtua Bangun Kebiasaan Anak Aktif Bergerak Meskipun Belajar dari Rumah', Jumat (23/7/2021).

Diterangkan di sana, apabila kebiasaan mager ini dibiarkan, akan memengaruhi perilaku dan kesehatan di masa depan. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk terus mengajak anak tetap aktif dan membangun kebiasan sehat, termasuk dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

"Mengapa kebiasaan minum juga penting untuk diperhatikan? Peningkatan konsumsi minuman manis pada anak-anak tidak hanya memengaruhi kesehatan mereka di masa kanak-kanak, tetapi merupakan indikator kondisi kesehatan yang kuat di masa dewasa," tambah laporan tersebut.

"Anak dengan kebiasaan minum yang baik sejak dini cenderung akan membawa kebiasaan tersebut hingga mereka dewasa, sehingga bermanfaat untuk menjaga kualitas kesehatan di masa depan," lanjutnya.

Terkait dengan saran supaya anak-anak tidak mageran di masa pandemi Covid-19, laporan ini merekomendasikan untuk para orangtua mengajak anak-anaknya membersihkan rumah yang dikemas dengan permainan, misalnya dengan memberikan stiker yang dapat dikoleksi, atau cara lainnya.

"Selain tetap bergerak aktif di masa pandemi, upaya menjaga hidrasi tubuh anak juga penting. Terlebih, riset menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak Indonesia masih kurang minum. Padahal kebiasaan minum ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak tetapi juga membantu anak menjadi lebih cermat, tanggap, dan memiliki performa yang baik," papar Dokter Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pakar Hidrasi, Dr.dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH.

Nah, untuk memastikan si anak tercukupi asupan air putih hariannya, mereka masih perlu bantuan orangtuanya. "Anak membutuhkan dukungan orangtua agar mereka tetap aktif, terhidrasi, dan fokus. Semakin tercukupi kebutuhan minum hariannya, semakin baik kualitas kesehatannya hingga dewasa nanti," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini