PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat ke Kafe hingga Bioskop Turun 28%

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 481 2445062 ppkm-darurat-mobilitas-masyarakat-ke-kafe-hingga-bioskop-turun-28-RxFBcoYKqR.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PPKM darurat di Jawa Bali 3-20 Juli menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Karena aktivitas masyarakat menjadi sangat dibatasi untuk menekan kasus Covid-19

Walau dikeluhkan oleh sebagian masyarakat, dari data di lapangan diperoleh ada hasil nyata dari penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali kemarin. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro berdasarkan dari data per 18 Juli 2021,

Dokter Reisa

"Penerapan PPKM Darurat lalu telah berhasil menurunkan persentase angka kegiatan rekreasi dan wisata masyarakat hingga 1/3 dari sebelum PPKM Darurat diberlakukan. Artinya, banyak lho teman, tetangga kita yang patuh, tetap sekolah, bekerja dan ibadah di rumah saja," ujar dr Reisa pada siaran langsung Siaran Pers PPKM Dalam Rangka Hari Anak Nasional, Jumat (23/7/2021). 

Baca Juga : Dokter Reisa: 11% Masyarakat Indonesia Masih Suka Berkerumun

Dr Reisa menjelaskan, semakin sedikit orang yang keluar rumah, maka kian kecil kemungkinan virus corona ditularkan dari satu manusia ke manusia lainnya. Karenanya, dr Reisa menyayangkan masih ada masyarakat yang belum patuh terhadap aturan PPKM Darurat.

"Satgas Penanganan Covid-19 baru saja melaporkan, kalau ada 11 persen di antara masyarakat yang masih berkerumun. Artinya 1 dari 10 orang masih ada yang belum kompak. Padahal cara mengakhiri pandemi itu harus bareng-bareng, harus dengan usaha bersama," imbuhnya.

Selain itu, terlihat juga pada data tren mobilitas masyarakat pergi ke tempat retail dan rekreasi. Contohnya restoran, kafe, pusat perbelanjaan, taman hiburan, museum, perpustakaan dan bioskop yang menurun hingga 28 persen.

Begitu juga dengan tren pergerakan masyarakat ke tempat-tempat seperti taman nasional, pantai umum, dermaga, taman hewan peliharaan, lapangan terbuka dan taman umum tercatat menurun hingga 35 persen.

Namun di sisi lain, terlihat adanya kenaikan sebesar 5 persen dari sebelumnya. Hal ini untuk mobilitas masyarakat yang pergi ke toko bahan makanan dan obat, seperti supermarket, toko grosir makanan, pasar tradisional, toko makanan khusus, toko obat dan apotek.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini