Hari Anak Nasional, Anak-Anak yang Sudah Full Vaksin Tak Lebih dari 0,001%

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 612 2444813 hari-anak-nasional-anak-anak-yang-sudah-full-vaksin-tak-lebih-dari-0-001-QwfW7pf5Yx.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH terus mendorong vaksinasi guna mempercepat terbentuknya herd immunity. Oleh karena itu, pemberian vaksin pun diperluas untuk usia 12-17 tahun.

Pemerintah Indonesia pun menargetkan 26.705.490 anak menerima vaksin Covid-19. Dari total tersebut, baru 2,25 persen cakupan penerimaannya atau sekitar 601.614 anak menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Sementara itu, untuk dosis kedua vaksin Covid-19, data Kemenkes per 22 Juli 2021 itu memberitahu bahwa baru 41 anak menerima dosis kedua dengan persentase yang belum menunjukkan angka lebih dari 0,001%.

Masih panjang memang perjuangan Indonesia untuk mencapai target vaksinasi anak. Tapi optimisme tersebut bisa kita yakini dengan semakin banyaknya sentra vaksinasi usia 12-17 tahun di beberapa wilayah.

Peran sekolah dalam memvaksin anak-anak pun diperlukan dan sudah dijalankan oleh beberapa pihak. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah Sekolah Pembangunan Jaya (SPJ), Bintaro, Tangerang Selatan.

Ya, sekolah ini menjadi sekolah pertama di Tangerang Selatan yang menjalankan vaksinasi Covid-19 usia 12-17 tahun. Ini menjadi harapan besar bahwa anak-anak Indonesia bisa mendapat hak perlindungannya dari segala keburukan, termasuk serangan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

"Kegiatan vaksinasi usia 12 hingga 17 tahun diikuti oleh 514 siswa SMP dan SMA PJ dengan mendesiminasikan 250 dosis ke warga sekitar. Kami juga kerja sama dengan RSPI Bintaro dan Puskesmas Parigi yang didukung oleh Dinkes dan Dindikbud Tangsel," jelas Sugimin, beberapa waktu lalu.

Sementara Kepala SMA SPJ, Endang Wahyuningsih menambahkan, terselenggaranya vaksinasi tersebut atas kolaborasi yang baik antara Keluarga Besar SPJ, OSIS, POMG, Guru dan seluruh Pimpinan Sekolah dibawah dukungan dan pembinaan dari PT Pembangunan Jaya.

"Kegiatan vaksinasi SPJ dosis pertama telah berjalan dengan baik dan lancar. Semoga tahap kedua nanti akan juga baik dan lancar serta memberikan kesehatan dan keselamatan untuk semua," imbuhnya.

Diketahui, kegiatan vaksinasi ini diselenggarakan khusus untuk siswa Sekolah Pembangunan Jaya, Global Jaya School, dan mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya, serta masyarakat umum di lingkungan Puskesmas Parigi.

Vaksin Covid-19 aman untuk usia 12-17 tahun

Vaksin Covid-19 terbukti aman untuk usia anak 12-17 tahun. Itu kenapa, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) merekomendasikan vaksinasi untuk kelompok usia tersebut.

Ada 3 alasan ITAGI merekomendasikan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun. Diterangkan Ketua ITAGI, Sri Rezeki S. Hadinegoro, pertama, vaksinasi untuk usia 12-17 tahun ini secara imunologi kesehatannya prima. Artinya, kelompok usia 12-17 tahun sudah melewati fase anak yang sedang bertransmisi ke kelompok dewasa, yang mana kelompok ini disebut sebagai remaja.

"Mereka ini sudah melewati fase anak dan transmisi ke dewasa. Jadi dia satu kelompok tersendiri, remaja. Nah pada kelompok ini umumnya imun sistemnya hampir mendekati dewasa," paparnya.

Kedua, kata Sri, hal ini berdasarkan pada hasil kajian penelitian bahwa vaksin Sinovac teruji aman untuk kelompok usia ini. Diketahui, vaksin Sinovac menggunakan inactivated virus.

Ketiga, Sri menyatakan tingkat insiden terpapar Covid-19 pada kelompok usia 12-17 tahun cukup tinggi. Kemudian, pada kelompok ini mereka sudah banyak keluar, banyak teman, bisa bermain bersama, sehingga angka insidennya atau proporsi pada kelompok ini terpapar Covid-19 juga tinggi dari pada anak kelompok kecil (12 tahun ke bawah).

"Nah, kalau pada kelompok remaja ini agak sulit ya untuk bisa diam di rumah. Nah ini perlu diberikan perlindungan yang berlapis juga, ini dengan vaksinasi," jelas Sri.

Vaksinasi Covid-19 untuk anak adalah hak kesehatan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa vaksinasi kelompok usia 12-17 tahun adalah hak kesehatan mereka. Untuk itu, negara harus menjamin pemberian vaksinasi untuk anak-anak.

Hal ini tertuang dalam rekomendasi KPAI terkait dengan pemenuhan hak kesehatan anak di masa pandemi Covid-19.

"Dalam hal vaksinasi untuk anak umur 12-17 tahun, semua pihak harus mendorong percepatan layanan vaksinasi untuk anak umur 12-17 kepada seluruh anak Indonesia. Layanan vaksinasi harus ramah anak, anak memahami tujuan vaksin sehingga anak nyaman untuk menjalani vaksin," terang KPAI.

Lembaga independen ini pun menyarankan agar Puskesmas kembali mengaktifkan Posyandu sebagai tempat edukasi vaksin maupun lokasi vaksinasi untuk usia anak.

"Mendorong Puskesmas di seluruh Indonesia untuk mengaktifkan kembali Posyandu sebagai sarana pemenuhan imunisasi dasar anak maupun vaksinasi Covid-19 anak usia 12-17 tahun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," tambah laporan KPAI.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini