Waspada, Pandemi Covid-19 Pengaruhi Perkembangan Anak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 612 2445094 waspada-pandemi-covid-19-pengaruhi-perkembangan-anak-3MyJj92rca.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

PANDEMI Covid-19 menimbulkan pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah masa kecil anak-anak yang terganggung dengan adanya pandemi ini. Seorang anak menjadi kehilangan masa bermain dengan teman sebayanya serta kurang berinteraksi dengan orang lain karena pembatasan sosial yang diberlakukan.

Tak hanya itu, kasus kekerasan pada anak pun dilaporkan meningkat selama masa pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan oleh situasi masyarakat yang semakin sulit dan mengakibatkan tekanan pada mental, yang memicu terjadinya kekerasan pada anak. Lantas apakah pandemi Covid-19 berpengaruh pada tumbuh kembang sang anak?

Anak Pakai Masker

Direktur Kesehatan Keluarga, dr. Erna Mulati, MSc. CMFM, menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 ini secara tidak langsung memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Pembatasan sosial yang terus dilakukan hampir dua tahun lamanya, secara tidak langsung memberikan dampak serius pada anak.

“Dukungan yang paling tampak dan nyata adalah terkait dengan sosialisasi. Karena terjadi pembatasan sosialisasi antara anak dengan teman sebaya, dan orang di luar anggota,” kata dr. Erna, dalam sesi jumpa pers 'Temu Media Hari Anak Nasional 2021', Jumat (23/7/2021).

Baca Juga : Akibat Pandemi Covid-19, Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat

Oleh sebab itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan sejumlah cara. Salah satunya adalah dengan melakukan webinar secara terus-menerus dan telah meningkatkan peran puskesmas dan juga masyarakat untuk pemantauan perkembangan dan pertumbuhan anak.

“Sejak Covid-19 Posyandu ditutup, jadi kami mengajarkan para orangtua untuk menggunakan buku (Kesehatan Ibu dan Anak) KIA, dengan baik, kemudian ada beberapa webinar yang kita masukan dalam website, YouTube, Instagram kementerian,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini