Berusia 2.000 Tahun, Ini Makanan Kuno Kegemaran Rakyat Romawi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 298 2445409 berusia-2-000-tahun-ini-makanan-kuno-kegemaran-rakyat-romawi-HZWbeEtywa.jpg Patina cotidiana mirip lasagna (Foto: BBC)

ITALIA menyimpan harta karun berharga berkaitan dengan dunia kuliner. Ya, di salah satu lokasi wisata sejarah sekaligus alam, berdiri restoran bernama Hostaria Antica Roma di Appian Way milik Paolo Magnanimi.

Tak banyak yang tahu bahwa restoran itu sudah sangat tersohor sejak masa Romawi. Restoran yang letaknya berada di dekat Mausoleum of Cecilia Metella itu digambarkan sangat indah dengan pemandangan cantik dikelilingi taman bunga dan sayur.

Menurut laporan BBC, daftar menu restoran ini akan sulit Anda temukan di rumah makan lain di Italia, bahkan di belahan dunia manapun. Orang di balik kreasi kulinernya adalah Magnanimi itu sendiri.

"Dia merupakan juru masak yang bergairah menyajikan makanan yang berakar kuat dari sejarah zaman Romawi kuno di Taman Arkeologi Appia Antica," terang BBC dikutip Okezone, Sabtu (24/7/2021).

Jika bicara mengenai makanan khas Romawi kuno, jangan Anda bayangkan sesuatu yang menggugah mata dengan tampilan cantik. Sebab, makanan khas Romawi kuno, khususnya yang dimakan orang kaya, malah identik dengan sesuatu yang 'menyeramkan' misalnya saja testis banteng, ambing babi, dan kelinci yang dihiasi sayap menyerupai Pegasus.

Tapi, beda cerita jika kita membahas makanan Romawi kuno untuk rakyat jelata dan itu yang coba dihidangkan Magnanimi di restorannya.

Ya, menu yang tersaji bukan makanan eksotis, melainkan makanan rakyat Romawi.

 kue moretum

"Biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, telur, dan keju adalah makanan dasar rakyat Romawi. Buah dan madu melengkapi ragam panganan tersebut sebagai pemberi rasa manis," kata BBC.

Magnanimi mempelajari secara detail mulai dari sejarah hingga bumbu-bumbu yang dipakai para koki di masa Romawi. Dan karena 'into it' pada sejarah bangsa Romawi, Magnanimi membutuhkan waktu lebih dari 25 tahun sampai akhirnya merasa cukup tahu banyak hal soal kuliner Romawi kuno.

Ada hal unik dari proses makanan Romawi kuno. Diterangkan Magnanimi, awalnya bangsa tersebut suka sekali mengonsumsi daging (kebanyakan babi) dan ikan dalam jumlah kecil. Sampai akhirnya 'rasa India' masuk dengan penambahan lada dan 'rasa Persia' dengan lemonnya.

Akulturasi tersebut semakin memperkaya rasa dari makanan Romawi kuno. Bahkan Garum (mirip dengan saus ikan Asia) pun masuk ke Romawi dan kala itu digunakan untuk menambah rasa umami (sekarang kita sebut gurih).

"Semua makanan itu dinikmati dengan anggur madu saat makan malam yang disebut dengan 'cinvivium'. Istilah ini mereka maknai sebagai pertemuan merayakan kehidupan dan musim yang membawa cuaca dan nuansa berbeda," lapor BBC.

Lebih lanjut, menu Romawi kuno Magnanimi pertama yang dipuja banyak orang ialah 'Pullum Oxizomum' atau hidangan ayam. Jadi, hidangan itu terbuat dari daun bawang dan makanan pendampng khas Pantai Amalfi yang terbuat dari ikan teri yang difermentasi.

Orang Jepang diketahui sangat suka menu tersebut. Sampai-sampai Magnanimi diabadikan dalam film dokumenter di Jepang. Keren banget, kan?

"Penduduk Roma datang berbondong-bondong setelah film Jepang itu beredar luas di dunia. Kemudian Pullum Oxizumum dipuji di koran New York Times," kata Magnanimi.

Menu restoran Hostaria sekarang menawarkan standar kuliner Roma, seperti pasta amatriciana dan carbonara. Ada juga hidangan Romawi kuno yang membuat Magnanimi menarik perhatian internasional dan membuat ayahnya yang dulu skeptis bangga.

Menu lainnya yang cukup populer adalah Patina Cotidiana yang merupakan lasagna tanpa tomat. Jadi menu tersebut dibuat menggunakan lasagna, roti pipih yang dilaspisi daging, ikan, dan keju. Tapi, menu versi Magnanimi lebih sederhana dengan menggunakan daging babi giling, adas, dan keju pecorino.

"Untuk membuat hidangan berusia 2.000 tahun tersebut, Magnanimi memulainya dengan resep buku dari buku masak Romawi abad ke-1 Masehi bertajuk 'De Re Coquinaria'. Itu merupakan salah satu buku resep yang masih ada dari zaman Roma kuno yang dikaitkan dengan Apicius, si rakus kaya yang pernah disebut Gaius Plinius Secundus sebagai 'Pemboros yang Paling Rakus'," tambah BBC.

Soal menu baru yang coba dibuat Magnanimi, itu adalah la cassata di Oplontis, yang terinspirasi dari lukisan dinding di sebuah vila dekat Pompeii.

Kue kaya rasa ini dibuat dengan tepung almond, keju ricotta, manisan buah, dan madu. Kue ini selalu terjual habis setiap malam. "Saya membuat keju dengan ulekan, persis seperti resep dari Virgil, dari abad ke-1 Masehi," kata Magnanimi.

Yang disebut Magnanimi adalah moretum atau olesan keju yang terinspirasi oleh puisi Virgil tentang seorang petani yang membuat makan siang sederhana dengan cara menggiling ketumbar, biji seledri, bawang putih, dan pecorino. Keju ini bisa dioleskan di atas libum atau roti bundar yang disucikan oleh orang Romawi.

Sementara itu, Magnanimi rindu berinteraksi dengan pelanggan akibat karantina wilayah saat pandemi Covid-19 melanda Italia.

Dengan semua waktu luangnya, dia kerap berjalan-jalan di sekitar Appian Way, di mana jalan setapak yang rindang dan jalur sepeda berfungsi sebagai tempat pelarian warga Italia selama penutupan wilayah paling ketat di Eropa.

"Saya menghabiskan pagi yang panjang dengan gembala. Pada hari lainnya saya melihat begitu banyak orang Roma datang ke sini untuk berlari karena mereka tidak bisa pergi ke gym. Lalu, pada akhir pekan, ada keluarga yang piknik di dekat saluran air, mungkin mereka datang ke sini untuk pertama kali. Saya tahu pada momen itu kami semua lebih menghargai tempat kami tinggal, yaitu Kota Roma," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini