Ini Deretan Orang yang Berisiko Terinfeksi Jamur Hitam

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 481 2445265 ini-deretan-orang-yang-berisiko-terinfeksi-jamur-hitam-7i5Q0hcZz3.jpg Infeksi jamur hitam (Foto: BBC)

DI tengah badai Covid-19 yang belum usai, India rupanya dihadapkan oleh serangan infeksi jamur hitam yang menewaskan 4.300 orang lebih.

Infeksi jamur hitam mencuat belakangan ini, karena banyak pasien covid-19 di India mengalami masalah kesehatan tersebut. Salah satu penyebab infeksi jamur hitam yang mematikan itu adalah penggunaan jangka panjang obat steroid.

 infeksi jamur hitam

Dalam proses pemulihan covid-19, pasien sudah pasti mengonsumsi sejumlah obat dan salah satunya yang mengandung steroid. Dikarenakan penggunaannya jangka panjang, ini yang kemudian memicu jamur hitam muncul di organ dalam tubuh.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menerangkan, jamur hitam tidak seperti jamur yang biasa dimakan. Jamur hitam hanya bisa dilihat melalui mikroskop.

"Jamur hitam ini bukan seperti jamur merang. Ini adalah jamur yang sangat halus wujudnya dan hanya kelihatan oleh mikroskop. Jamur hitam ini ada di mana-mana, misal di tanah dan di bahan organik seperti daun," terang Prof Beri di Twitter belum lama ini.

Jamur hitam disebut mukormikosis atau infeksi jamur yang langka. Sebenarnya, terang Prof Beri, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan ancaman serius bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik.

"Tapi, beda cerita jika jamur ini muncul di kondisi tubuh dengan antibodi lemah. Siapa saja orang-orang itu? Contohnya pasien lupus yang minum Methylprednisolone dosis tinggi dalam jangka waktu lama. Termasuk juga pasien diabetes dan kanker, serta penerima transplantasi organ atau sel induk, pun penggunaan steroid jangka panjang," paparnya.

Prof Beri melanjutkan, apakah artinya orang dengan lupus, HIV/AIDS, diabetes, dan kanker mudah terinfeksi jamur?

Jawabannya iya. Sebab, jamur menyerang orang yang kekebalan tubuhnya rendah.

"Di tempat praktik, saya sering menemukan jamur Candida pada orang dengan lupus. Demikian pula pasien kanker," katanya.

Lantas, bagaimana sebetulnya karakter jamur hitam ini?

"Sebetulnya jamur ini teman bagi tubuh manusia, tapi karena dia menginfeksi secara oportunis, maka ketika tubuh lagi lemah, ya dia akan jadi jahat. Bisa merusak organ tubuh," jawab Prof Beri.

Pertanyaan berikutnya, apakah ada obatnya di Indonesia? Prof Beri pun mengatakan ada, namanya Amphotericin B.

"Dulu pada era HIV/AIDS sedang menjadi isu besar dan belum ada obat Antiretroviral (ARV), jamur itu jadi sosok yang menakutkan. Saat itu pasien HIV/AIDS banyak memakai obat Ketoconazole, Itraconazole, termasuk Amphotericin B," ungkap Prof Beri.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini