Apa Hubungan Infeksi Jamur Hitam dengan Covid 19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 481 2445272 apa-hubungan-infeksi-jamur-hitam-dengan-covid-19-qQPjlvEMby.jpg Infeksi jamur hitam (Foto:John hopkins)

INDIA menjadi salah satu negara yang mengalami banyak cobaan. Bagaimana tidak, di tengah badai Covid-19 yang belum usai, India rupanya dihadapkan oleh serangan infeksi jamur hitam yang menewaskan 4.300 orang lebih.

Di India banyak pasien covid-19 yang mengalami infeksi jamur hitam. Sebab dalam proses pemulihan covid-19, pasien sudah pasti mengonsumsi sejumlah obat dan salah satunya yang mengandung steroid.

 pasien Covid-19

Penggunaan steroid jangka panjang menurunkan kekebalan tubuh. Ini yang kemudian memicu jamur hitam muncul di organ dalam tubuh.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menerangkan, pasien covid-19 itu mendapatkan obat dalam penanganannya. Misalnya obat antibiotik.

"Nah, kalau terlalu lama pakai antibiotik juga bisa menyebabkan keseimbangan antara kuman dan berbagai bakteri di tubuh jadi terganggu. Sehingga, jamur yang tadinya dianggap tubuh sebagai teman dan tidak bikin sakit, malah jadi bikin sakit ketika kekebalan tubuh menurun. Bahkan, sakit parah," terang Prof Beri dalam Twitternya belum lama ini.

Jamur hitam ini, kata Prof Beri, menyerang banyak organ tubuh. Mulai dari hidung yang awalnya menyebabkan mimisan, lalu kerusakan pada langit-langit di atas lidah, kelainan mata yang bikin jadi berbayang penglihatannya, dan bisa juga masuk ke otak yang menyebabkan stroke.

"Kondisi tersebut yang kini tengah dihadapi pasien covid-19 di India. Makanya, infeksi jamur hitam ini dikatakan mematikan," tambah Prof Beri.

"Data terbaru di India menjelaskan bahwa ada lebih dari 8.800 kasus jamur hitam yang mematikan di tengah kasus covid-19 yang terus meningkat. Penyakit ini menjangkiti ribuan pasien covid-19, baik yang sudah pulang dari rumah sakit ataupun pasien yang masih dalam tahap pemulihan," imbuh Prof Beri.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini