Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Dibuka, Ini Protokol Kesehatan yang Diterapkan

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 481 2445315 olimpiade-tokyo-2020-resmi-dibuka-ini-protokol-kesehatan-yang-diterapkan-AvKBWX1f8m.jpg Olimpiade Tokyo (Foto: The mirror)

JUMAT 23 Juli semalam, gelaran pesta olahraga terbesar di dunia, Olimpiade yang tahun ini digelar di Tokyo resmi dibuka setelah sempat mengalami penundaan selama satu tahun akibat pandemi Covid-19.

Diselenggarakan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Olimpiade Tokyo 2020 dihelat dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) merilis serangkaian buku pedoman tahun ini yang mencakup protokol kesehatan mulai dari atlet, pejabat, anggota media, penyiar, mitra pemasaran, hingga federasi olahraga. Merangkum NBC Olympic, Sabtu (24/7/2021) berikut paparan singkat protokol kesehatan di Olimpiade Tokyo 2020.

 Olimpiade Tokyo

1. Sebelum dan saat sampai di Tokyo

ebelum terbang ke Tokyo, para para atlet diminta untuk memantau gejala dan mencatat suhu tubuh setiap hari selama dua minggu di aplikasi pelaporan kesehatan di ponsel. Para atlet juga perlu mengisi rencana kegiatan untuk 14 hari pertama mereka di Jepang yang akan mencatat ke mana saja akan pergi, bagaimana caranya akan sampai di sana, dan apa yang akan dilakukan di tempat tujuan.

2. Tes Covid-19

Para atlet akan menjalani tes Covid-19 dalam waktu 72 jam perjalanan, kemudian dites lagi ketika mendarat. Walau tak diharuskan untuk karantina, tetapi selama masa gelaran Olimpiade atlet akan rutin menjalankan tes Covid-19 setidaknya setiap empat hari sekali dan rutin dicek suhu tubuh di banyak tempat Setiap atlet yang dites positif akan diminta untuk mengisolasi diri dan tidak akan diizinkan untuk berlomba. Pelacakan kontak pun akan dilakukan, dan setiap kontak dekat akan diminta untuk segera mengikuti tes Covid-19.

3. Wajib 3M

Masker wajib digunakan oleh setiap orang, termasuk para atlet (kecuali saat bertanding). Selain wajib memakai masker, setiap orang diwajibkan juga untuk menjaga jarak. Gestur sentuhan, seperti pelukan, jabat tangan, dan tos tidak disarankan untuk dilakukan. Gelaran upacara podium kemungkinan juga akan mengalami penyesuaian.

4. Athlete Village

IOC disebutkan sejak awal ingin para atlet sudah tiba tidak lebih dari lima hari sebelum jadwal acara pertamanya dan keluar dari pondok atlet dalam waktu dua hari setelah kompetisi terakhir masing-masing. Para atlet tidak diperbolehkan untuk meninggalkan kawasan Athlete Village untuk sekedar jalan-jalan. Aktivitas mobilisasi para atlet terbatas hanya di kawasan gelaran Olimpiade dan beberapa lokasi lain yang telah disetujui sebelumnya.

5. Tidak ada penonton live

Sudah diputuskan sejak Maret lalu, bahwa penonton dari luar negeri tidak akan diizinkan untuk menghadiri Olimpiade. Penyelenggara mengumumkan bahwa tidak akan ada penonton live di baik untuk pertandingan yang digelar Tokyo atau area lain.

Mengingat status pembatasan yang tengah diterapkan di Jepang. Beberapa area di luar Tokyo akan diizinkan untuk memiliki penonton secara langsung, asalkan mereka berada di area yang tidak dikenai aturan pencegahan Covid-19 yang sama dengan Tokyo. Penonton juga akan diminta untuk menonton dari jarak jauh, menjauh dari perhelatan acara yang berlangsung di jalan umum.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini