Eros Djarot Terpapar Covid-19, Benarkah Uang Kertas Bisa Sebabkan Corona?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 25 Juli 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 612 2445639 eros-djarot-terpapar-covid-19-benarkah-uang-kertas-bisa-sebabkan-corona-4nqSomHE53.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SENIMAN sekaligus politisi Eros Djarot mengabarkan bahwa dirinya terpapar Covid-19. Kecurigaannya, dia terpapar Covid-19 dari uang kertas yang diterimanya.

Lantas, benarkah uang bisa menularkan virus Covid-19? Untuk menjawab hal itu, Bank of England pada akhir 2020, meminta peneliti untuk mengetahui berapa lama virus bertahan dengan uang tunai.

Memang, penggunaan uang kertas telah menurun tajam sejak pandemi melanda pada Maret tahun lalu, dan BOE pun mengatakan salah satu alasannya adalah kekhawatiran bahwa uang tunai dapat membawa virus.

Melansir Guardian, banyak toko dan tempat lainnya mendorong konsumen untuk melakukan pembayaran tanpa kontak, sementara beberapa menolak untuk mengambil uang tunai.

Namun, penelitian Bank menemukan bahwa risiko terkena virus corona dari uang kertas jauh lebih rendah daripada tertular dari menghirup partikel udara di toko, atau dari menyentuh barang-barang seperti keranjang belanja, gagang pintu, atau terminal pembayaran mandiri.

Studinya melibatkan dosis virus corona yang sangat tinggi, setara dengan seseorang yang batuk atau bersin langsung ke uang kertas, dan termasuk tes di atas kertas dan uang kertas polimer 10 poundsterling. Setelah kontaminasi, catatan disimpan pada suhu kamar dan diuji berulang kali.

Studi ini menemukan bahwa tingkat virus tetap stabil selama satu jam, tetapi selama lima jam berikutnya menurun dengan cepat, dan setelah 24 jam turun menjadi kurang dari 1% pada kedua jenis catatan.

"Hanya karena tingkat virus yang rendah, itu tidak berarti bahwa virus berada pada tingkat yang dapat menyebabkan infeksi," tulis para peneliti.

Gareth Shaw, dari kelompok konsumen Which?, mengatakan pembayaran digital tidak bisa dilakukan bagi beberapa konsumen, terutama jika mereka rentan atau tinggal di daerah terpencil.

“Penelitian Bank of England yang menunjukkan risiko penularan Covid melalui uang tunai rendah harus memberi kepercayaan kepada pengecer bahwa mereka dapat menerimanya untuk membantu jutaan konsumen yang mengandalkan uang tunai,” jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini