Waspadai Long Covid-19, Tubuh Belum Fit meski Sudah Sembuh

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2445905 waspadai-long-covid-19-tubuh-belum-fit-meski-sudah-sembuh-5fjXhnpkIX.jpg Ilustrasi mengalami gejala long covid-19. (Foto: Stockking/Freepik)

Gejala dan Tips Mengatasi

Pasien COVID-19 yang sudah melewati masa perawatan, tetapi masih merasakan sejumlah gejala, patut untuk waspada. Dokter Theressia Handayani dari RS Bethesda Yogyakarta menyebut, gejala yang patut dicermati antara lain mudah lelah, batuk, hilang penciuman, nyeri kepala, mual, diare hingga nyeri dada.

“Tapi tenang saja, long COVID ini tidak menular. Jadi aman, walaupun tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Memang masih ada sisanya, dan memang mungkin membutuhkan pemeriksaan ke dokter,” kata Theresia.

Baca juga: Heboh Sisca Kohl Masak Mi Instan Rp16 Juta, Netizen pun Cuma Bisa Melongo 

Mereka yang memiliki faktor risiko lebih, adalah pasien dengan hipertensi, obesitas dan gangguan kejiwaan, seperti depresi.

Kondisi ini bisa diatasi dengan sejumlah upaya, terutama gaya hidup sehat. Pengaturan makan dengan menu sehat, berolahraga, pengelolaan tidur yang baik,manajemen stres, dan lingkungan sekitar yang mendukung akan sangat berperan.

Meski penting, olahraga bagi penderita long COVID harus dilakukan hati-hati. Pemanasan dan pendinginan harus diperhatikan, mengenakan pakaian longgar, cukup minum dan memperhatikan cuaca di luar. Olahraga harus dihentikan jika merasa mual, nyeri kepala, sesak nafas, keringat berlebih dan nyeri dada.

“Pasien long COVID cobalah untuk berbicara biasa, jangan berbisik, tidak meninggikan suara atau berteriak. Istirahat jika kehabisan napas saat berbicara,” lanjut Theresia.

Jika tidak nyaman ketika berbicara, pasien sebaiknya menggunakan media komunikasi lain seperti menulis. Pasien long COVID tidak boleh memaksa berbicara. Jika mengalami kesulitan menelan, bisa dilatih dengan konsentrasi penuh ketika makan. Keluarga pasien long COVID juga kadang melaporkan terjadinya linglung.

“Memang harus dilatih untuk pemulihan otaknya. Mengerjakan teka-teki silang, latihan memori dan membaca untuk melatih,” tambahnya.

Baca juga: Gibran Ngobrol Bareng Pasien Covid-19 Sambil Jongkok: Jangan Takut, Saya Juga Sudah Sembuh 

Seluruh aktivitas pasien long COVID juga harus disesuaikan. Daftar yang direkomendasikan Theressia antara lain menghemat energi dengan duduk ketika mandi, tidak melakukan kegiatan yang mengharuskan meraih tempat tinggi atau jongkok, meminta bantuan orang lain lebih sering, dan memperbanyak istirahat. Pendeknya, tubuh tidak boleh dipaksa melakukan aktivitas seperti sebelum terkena COVID-19.

Jika terjadi sesak, ingatan tidak baik atau depresi, pasien long COVID disarankan segera menghubungi bantuan profesional dari dokter.

Theressia mengatakan, sekitar 10 persen pasien COVID-19 mengalami long COVID.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini