Selama Pandemi, Anak Indonesia Kurang Gerak dan Rendah Paparan Matahari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2445955 selama-pandemi-anak-indonesia-kurang-gerak-dan-rendah-paparan-matahari-d15LREWI8V.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

DILAPORKAN sebanyak 33,8 persen anak Indonesia memiliki kecenderungan "sedentary lifestyle" atau pola hidup tidak aktif alias kurang gerak selama pandemi covid-19. Demikian menurut studi yang diterbitkan di jurnal 'National Center for Biotechnology Information'.

"Kebiasaan ini misalnya dengan berdiam diri, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat secara berlebihan," terang laporan resmi studi tersebut yang diterima MNC Portal belum lama ini.

Baca juga: Melihat Tren Bedah Plastik Para Perempuan di Pusat Kartel Narkotika Meksiko 

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

Apabila kebiasaan mager atau malas gerak ini dibiarkan, bisa memengaruhi perilaku dan kesehatan si anak di masa depan. Maka itu, penting bagi orangtua untuk terus mengajak anak tetap aktif dan membangun kebiasan sehat, termasuk memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Selain menjadi mageran, anak Indonesia selama pandemi covid-19 juga diketahui rendah sekali terpapar sinar matahari. Hal ini yang membuat banyak anak rentan mengalami defisiensi vitamin D3, padahal ini cukup penting dalam menjaga imunitas tubuh di kala pandemi.

Baca juga: Ketua Satgas IDI Sebut Wajar PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Alasannya 

"Selama masa pandemi, ada tiga masalah kesehatan yang kerap ditemui pada anak, khususnya di usia sekolah dasar, antara lain rendahnya paparan sinar matahari sehingga anak akan rentan defisiensi vitamin D3, kurang gerak sehingga berisiko kelebihan berat badan, dan konsumsi jajanan minim protein, vitamin, dan mineral," papar ahli gizi Dokter Rita Ramayulis DCN MKes dalam pernyataan resminya, Senin (26/7/2021).

Kondisi ini menurut dr Rita sangat mengkhawatirkan, mengingat defisiensi protein dan vitamin D3 menjadi salah satu penyebab imunitas turun, sehingga anak menjadi mudah terpapar virus berbahaya, termasuk SARS-CoV2 penyebab covid-19.

Baca juga: Benarkah Covid-19 Tidak Bisa Hilang Sepenuhnya? Ini Penjelasan Ahli 

Solusi yang coba ditawarkan dr Rita ialah selain mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang, lalu aktif bergerak, dan mendapat paparan sinar matahari yang cukup, Anda sebagai orangtua juga harus bijak dan cerdas memilih asupan tambahan atau jajanan kaya protein dan vitamin D.

"Asupan tambahan atau jajanan sehat ini menjadi solusi penting yang bisa dilakukan. Sebagai salah satu sumber asupan yang kaya akan protein dan sumber vitamin D, susu memberikan manfaat yang dibutuhkan tubuh anak untuk dapat bertahan di situasi pandemi seperti sekarang," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini