Anak Bisa Alami Stres Akibat Pandemi Covid-19, Kenali Gejalanya

Antara, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2445976 anak-bisa-alami-stres-akibat-pandemi-covid-19-kenali-gejalanya-JYvsZMPp8i.jpg Ilustrasi anak stres akibat pandemi covid-19. (Foto: Prostooleh/Freepik)

STRES akibat pandemi covid-19 ternyata tidak hanya dialami orang tua, anak juga bisa merasakannya. Anak-anak dapat menunjukkan gejala stres yang sayangnya sering diabaikan.

Psikolog klinis anak dan keluarga Samanta Elsener mengatakan bahwa anak tidak seperti orang dewasa yang dapat mengungkapkan perasaannya dengan mudah. Oleh karena itu, orangtua harus peka terhadap perubahan perilaku anak.

Baca juga: Selama Pandemi, Anak Indonesia Kurang Gerak dan Rendah Paparan Matahari 

"Kita benar-benar harus bisa melihat dari perilakunya, apa yang berubah dari anak," ujar Samanta dalam webinar 'Healthy Kids Healthy Family', seperti dikutip dari Antara, Senin (26/7/2021).

Ilustrasi anak-anak di masa pandemi covid-19.

Gelaja umum yang menunjukkan anak mengalami gangguan kesehatan mental di antaranya emosi naik-turun, tidak mau sekolah, demotivasi, pola tidur berubah, dan tiba-tiba pilih-pilih makanan.

Baca juga: Jika Ada Atlet Olimpiade Tokyo Positif Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan 

Di sini, peran orangtua adalah memastikan bahwa kebutuhan anak bisa terpenuhi dan emosinya tersalurkan. Orangtua juga harus bisa berkomunikasi dengan anak dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami.

"Mau enggak mau ya orangtua harus jeli melihat kebutuhan anak, anak butuhnya apa sih, apakah kalau cranky saja kita sudah bisa kita klasifikasikan sebagai anak yang lagi stres atau dia mengalami fase-fase sensory meltdown (tantrum) atau kelebihan informasi-informasi yang diproses di otak tengah," ujar Samanta.

Ia juga menyebutkan beberapa gejala lain yang lebih berat saat anak mengalami gangguan kesehatan mental. Di antaranya mulai mengompol padahal sudah lulus toilet training hingga melakukan sleep walking atau tidur berjalan.

"Itu indikasi ada kecemasan yang dirasakan oleh anak dan mengganggu dirinya. Lalu ada juga kondisi-kondisi yang mereka banting-banting barang, biasanya enggak pernah terus sekarang banting barang," papar Samanta.

Baca juga: Ketua Satgas IDI Sebut Wajar PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Alasannya 

Jika beberapa gejala tersebut dialami oleh anak, maka orangtua disarankan melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater.

"Tantangan-tantangan ini tidak hanya dialami oleh para orangtua di situasi pandemi. Orangtua sebaiknya mencari informasi terus, jangan yang enggak akurat tapi yang valid. Kalau dirasa informasinya kurang tolong jadwalkan dengan ahlinya agar bisa mendapatkan penanganan yang sesuai," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini