Pesan Para Penyintas Covid-19 ke Pasien: Selalu Berpikir Positif

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2446188 pesan-para-penyintas-covid-19-ke-pasien-selalu-berpikir-positif-Tpc0bW5UZp.jpg Isolasi mandiri (Foto: Huffpost)

MELONJAKNYA kasus Covid-19 di Tanah Air membuat berbagai fasilitas kesehatan penuh termasuk rumah sakit dan puskesmas. Akibatnya banyak pasien Covid-19 yang harus dirawat di rumah saja alias isolasi mandiri (Isoman).

Salah seorang penyintas Covid-19 dari Jakarta, sekaligus Youtuber Abdul Haris yang akrab disapa Bang Bedul beberapa waktu lalu mengaku sulit mencari tabung oksigen setelah mengalami sesak napas. Ia ternyata positif Covid-19.

 Bang Bedul

”Selama 13 hari kemarin saya merasakan sulit napas, terasa nyesek kalau rebahan, mau enggak mau tidurnya harus duduk,” kata Bang Bedul, Senin, (26/7/2021).

Esok harinya, Bang Bedul memutuskan pergi ke dokter. Ia sempat kesulitan mencari klinik maupun puskesmas yang bisa menangani pasien dengan cepat. Kondisi saturasi oksigennya di bawah 85, ia dibantu istrinya untuk menemukan puskesmas yang tidak begitu ramai.

“Udah muter ke mana-mana tetap saja puskesmas penuh. Bahkan cari tabung oksigen aja susah. Untungnya dapat puskesmas yang masih menyediakan tabung oksigen,” ujarnya.

Ia berkisah, ada tetangganya yang baik hati. Kalau oksigen habis, paginya antar ke tempat pengisian lalu sorenya diambil di daerah Joglo, Jakarta Barat. Setiap mengisi harganya Rp 15 ribu-Rp 50 ribu per tabung.

Sejatinya, terang Bang Bedul, kunci agar sembuh dari Covid-19 dan meningkatkan imunitas tubuh adalah selalu berpikir positif dan selalu ingat kepada Sang Pencipta.

“Takdir kehendak lain. Kita ikhlas. Yang penting banyak berzikir dan solawat,” kata Bang Bedul.

Selain itu juga jaga protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker. "Sokter menganjurkan saya untuk beristirahat. Sekarang masih tahap pemulihan, selalu minum vitamin, dan berjemur saja beres,” ujar Bang Bedul optimistis.

Penyintas Covid-19 dari Malang, Harto Sutiyo mengatakan, perjuangan menguatkan imun, pikiran positif, dan iman sebenarnya jadi kunci kesembuhannya melawan Covid-19.

Kendati diakuinya, ia sempat mengalami gejala sesak napas dan anosmia atau gejala kehilangan indera penciuman. Namun pria warga Kelurahan Bakalan Krajan, tetap optimis dan berpikir positif bisa sembuh.

Setiap hari ia berjemur diri mulai pukul 09.00 - 13.30 WIB dan rutin mengonsumsi minuman rempah-rempah serta madu. Memaksakan diri untuk makan juga disebut Harto penting supaya imunitas tubuh terbentuk, apalagi gejala Covid-19 yang dialaminya memang membuat tubuh seolah malas mengonsumsi makanan.

"Memaksakan diri agar makanan bisa masuk ke lambung. Dengan cara itu, maka imun akan meningkat. Jika imun naik, maka proses kesembuhan sudah semakin dekat. Pikiran juga tidak boleh terlalu stres," ucap dia.

Setelah menjalani isolasi mandiri hampir dua minggu lebih, ia akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa kembali beraktivitas normal.

"Setelah menjalani isoman, Alhamdulillah saat ini saya sudah fit dan negatif Covid-19. Semoga kita semua dikasih kesehatan, panjang umur, dan terhindar dari segala penyakit. Selalu berdoa kepada Tuhan, semoga Tuhan selalu melindungi kita,” ungkapnya.

Penyintas Covid-19 lainnya yang juga Sekretaris Lurah Bandulan Mutho' Shobiri mengungkapkan, ia juga terpapar Covid-19 bahkan sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ia meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi vitamin dan meminum obat dari dokter.

“Saya menerapkan pola hidup sehat serta makan makanan yang bergizi. Walaupun pada waktu itu indra perasa dan penciuman saya hilang, saya juga berjemur di pagi hari,” ceritanya.

Penyintas Covid-19 Sekretaris Lurah Bandulan Mutho' Shobiri mengatakan, saat dirinya terpapar Covid-19, ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang.

Setelah dinyatakan sembuh ia menyampaikan pesan ke masyarakat yang masih berjuang melawan Covid-19 agar tetap berpikir positif, semangat, dan optimis bisa sembuh.

Dia mengimbau mereka yang belum terpapar Covid-19 juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan, serta selalu berdoa agar tetap diberi kesehatan dan kesembuhan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini