Jamin Distribusi Obat, Menkes Budi: Jangan Disetok Kasihan yang Sakit!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2446232 jamin-distribusi-obat-menkes-budi-jangan-disetok-kasihan-yang-sakit-BdlqUDeXu3.jpg Obat (Foto: Middle east medical)

LEDAKAN Covid-19 yang terjadi di sebagian wilayah Tanah Air membuat kebutuhan obat untuk pengobatan Covid-19 meningkat secara drastis. Sayangnya, akses distribusi obat di beberapa wilayah di Indonesia masih kurang memadai.

Menanggapi hal tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan, selain melakukan pengadaan obat-obatan di apotek ada dua cara lain untuk menjamin distribusi obat untuk pengobatan Covid-19, salah satunya dengan memanfaatkan kekuatan TNI.

 Menkes Budi Gunadi

"Presiden juga telah membuka jalur baru, yang pertama adalah TNI. Jadi kalau ada yang terkena Covid-19 bisa melapor ke puskesmas, terutama teman-teman yang ada di wilayah pelosok desa, nanti TNI yang akan mengirimkan langsung obatnya ke masyarakat," kata Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers Senin (26/7/2021).

Menkes Budi menambahkan, saat ini Presiden sudah mengarahkan 2 juta paket obat yang dikirim melalui TNI. Selain itu, jalur kedua dalam pendistribusian obat adalah melalui layanan telemedicine. Saat ini sudah ada 11 perusahaan telemedicine yang telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.

"Layanan tersebut memberikan jasa konsultasi dokter gratis dan jasa pengiriman obat gratis. Memang telemedicine ini baru kita luncurkan di seluruh ibukota provinsi di Jawa dan Bali dan rencananya akan kita perluas ke seluruh provinsi," tambahnya.

Ia menyebut bahwa masyarakat yang hendak membeli obat secara mandiri harus berhati-hati. Sebab obat-obatan yang direkomendasikan untuk penyembuhan Covid-19 adalah obat yang harus diberikan dengan resep.

"Untuk tiga obat seperti Gamaras, Atemra dan Remdesivir itu harus disuntikan dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Jadi tolong biarkan obat-obatan ini dikonsumsi sesuai dengan prosedurnya. Karena saya lihat banyak yang takut dan membeli sendiri obat-obatan ini dan ditaruh di rumah untuk stok. Kasihan yang sakit," tambahnya.

Menkes memperkirakan jika 20 juta keluarga menengah ingin menyetok Azitromisin 1 paket 5 tablet. Maka 100 juta obat akan tertarik dari apotek dan disimpan di rumah sebagai stok.

"Padahal harusnya obat-obatan ini dipakai sebagai resep untuk orang yang sakit. Jadi tolong biarkan obat ini dibeli oleh orang yang membutuhkan dan jangan dibeli hanya untuk stok," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini