Selain Impor, Menkes Andalkan Pabrik untuk Penuhi Kebutuhan Oksigen Pasien Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2446303 selain-impor-menkes-andalkan-pabrik-untuk-penuhi-kebutuhan-oksigen-pasien-covid-19-2b9bf8MDv6.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kebutuhan oksigen di Tanah Air meningkat secara drastis. Sebelum lebaran, kebutuhan oksigen yang dibutuhkan sekira 400 ton sehari dan saat ini sudah naik menjadi 2.500 ton per hari.

Meningkatnya kebutuhan oksigen ini terjadi, seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air. Tak heran jika saat ini banyak rumah sakit yang kekurangan oksigen untuk merawat para pasien Covid-19. Alhasil saat ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah oksigen di Tanah Air.

"Pemerintah telah melakukan import oksigen konsentrator. Seperti pabrik oksigen kecil yang bisa dipasangkan di rumah, atau rumah sakit asal ada listriknya saja," jelas Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers, Senin (26/7/2021).

Menkes Budi

Menkes menyebut, bahwa setiap 1.000 oksigen konsentrator bisa memproduksi sekira 20 ton oksigen per hari. Saat ini Indonesia telah menerima donasi sebanyak 17 ribu oksigen konsentrator yang mulai berdatangan. Sementara pemerintah sendiri sudah membeli 20 ribu oksigen konsentrator.

"Nanti kita akan distribusikan ke seluruh rumah sakit dengan tempat isolasi agar orang yang membutuhkan oksigen bisa menghirup oksigen yang dihasilkan dari oksigen konsentrator ini. Jadi kita menghilangkan kebutuhan tabung oksigen, transportasi yang susah, dan kebutuhan pabrik-pabrik oksigen besar yang harus dibangun dengan cepat," lanjutnya.

Baca Juga : Menkes Budi: 45 Juta Dosis Vaksin Masuk Indonesia di Agustus

Selain itu, ada strategi lain yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kecukupan pasokan oksigen di Tanah Air. Caranya dengan menggunakan liquid oksigen untuk ruangan ICU, sebab kebutuhannya sangat tinggi per menitnya.

"Ini akan kita dapat dengan memanfaatkan ekstra capacity dari pabrik-pabrik oksigen yang ada di Indonesia maupun extra capacity dari pabrik industri lain yang memproduksi oksigen, misalnya pabrik baja, smelter, nikel, dan pabrik pupuk. Itu yang akan kita tarik dan didistribusikan ke seluruh provinsi," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini