Menkes Budi: Kalau Saturasi di Bawah 90 Persen, Segera Dibawa ke Rumah Sakit

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 481 2446328 menkes-budi-kalau-saturasi-di-bawah-90-persen-segera-dibawa-ke-rumah-sakit-ymFJHtuRz0.jpg Pasien Covid-19 (Foto: Asian institute of medical science)

MELONJAKNYA kasus positif harian berjalan lurus dengan kenaikan angka keterisian tempat tidur di rumah-rumah sakit atau biasa disebut bed occupancy rate (BOR).

Dikatakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dari sekitar 400 ribu rumah sakit di seluruh Indonesia, saat ini hampir 100 ribu di antaranya terisi dengan pasien Covid-19.

 Menkes Budi Gunadi

“Kapasitas rumah sakit di seluruh Indonesia ada 430 ribu. Sekarang sudah 92 ribu diisi dengan pasien Covid-19 dan saat ini sudah turun ke angka 82 ribu. DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah turun tapi Yogyakarta dan Bali masih ada peningkatan,” ujar Menkes Budi dalam siaran pers, Senin (26/7/2021).

Terkait BOR, Menkes Budi mengingatkan untuk tak perlu langsung panik. Sebab, menurutnya, angka BOR belum bisa jadi gambaran lengkap kapasitas suatu rumah sakit.

“Bagi rumah sakit jangan hanya melihat BOR saja, karena BOR itu belum menggambarkan secara lengkap kapasitas rumah sakit. Misal, ada RS di BOR nya sudah 90 persen, tempat tidur yang digunakan untuk Covid-19 sudah 2 ribu. Jadi kamar tidur yang sudah terpakai sekira 1.800. Sebenarnya tidak usah panik karena kalau dilihat kamar tidur rumah sakit tersebut ada 8 ribu,” lanjutnya.

Menkes Budi menegaskan, saat ini yang lebih harus jadi perhatian utama adalah tingginya kasus kematian. Salah satu penyebab utamanya yakni karena pasien terlambat dibawa ke rumah sakit, padahal kondisi saturasi oksigen sudah di bawah ambang batas aman.

“Saat ini yang jadi masalah adalah banyaknya pasien yang wafat akibat Covid-19. Akibatnya adalah telat masuk, sehingga saturasinya sudah sangat rendah. Penting untuk diingatkan kalau saturasi sudah di bawah 90 persen, segera di bawa ke rumah sakit atau tempat isolasi terpusat. Jangan tunggu turun sampai 70-80 persen karena merasa sehat,” lanjutnya.

Ditegaskan Menkes Budi, salah satu kunci dari penanganan infeksi Covid-19 ini adalah bergerak dengan cepat. Cepat sadar kondisi tubuh sendiri, sehingga bisa lebih cepat mendapatkan tindakan penanganan tenaga medis profesional.

“Penyakit ini kalau ditindak lebih dini maka akan sembuh, yang banyak wafat karena terlambat masuk ke rumah sakit. Di seluruh dunia dari 100 orang yang sakit yang masuk rumah sakit hanya 20 persen dan yang meninggal sekira 1,7 persen dan lebih rendah dari TBC atau HIV, tapi harus dirawat dengan cepat dan tepat,” tutup Menkes Budi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini