Semakin Dilirik, Ini Tips Berinvestasi untuk Generasi Milenial saat Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 612 2446057 semakin-dilirik-ini-tips-berinvestasi-untuk-generasi-milenial-saat-pandemi-JqTNyrNyBT.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

INVESTASI menjadi salah satu aktivitas yang kini sedang diminati oleh banyak masyarakat, terutama generasi milienial. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi merupakan aktivitas penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Uniknya investasi bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kelompok usia milenial dan gen Z atau orang-orang yang dikategorikan sebagai anak muda. Meski diingat pengelolaan investasi mempunyai fungsi dan tanggung jawab sesuai spesialisasinya.

Investasi

Menurut Co-Founder Zipmex Indonesia, Raymond Sutanto, investasi secara garis besar terdiri dari dua hal yaitu time (waktu) dan capital (modal). Waktu adalah bagaimana kita bekerja dan mendapatkan uang sebagai imbalan, sementara modal adalah uang yang kita miliki dan diinvestasikan.

“Gaji yang didapat dari bekerja saja sulit membuat seseorang menjadi kaya. Milenial dan Gen Z, mereka masih muda, masih punya banyak "time". Tapi apa ada orang-orang kaya di dunia ini yang kaya dari gaji? Enggak, tapi kebanyakan, rata-rata dari investasi," kata Raymond.

Baca Juga : Intip Pose Wika Salim duduk di Kap Mobil, Seksi Pakai Hot Pants!

Menurut Raymond, investasi dapat dilakukan oleh orang dengan besaran gaji berapapun, termasuk jika masih bergaji UMR. Ia menambahkan bahwa strategi investasi adalah menyisihkan uang semampu kita ke instrumen investasi yang dipilih.

"Sedikit-sedikit tidak apa-apa daripada kita spending ke hal yang bukan-bukan, mending investasi. Untuk itu, berinvestasi sejak usia muda akan memberikan lebih banyak keuntungan di akhir. Ini sesuai dengan salah satu pesan yang disampaikan oleh investor ternama Warren Buffet,” lanjutnya.

Saat ini ada banyak instrumen investasi yang tersedia dan dapat kita pilih sesuai profil keuangan pribadi. Beberapa puluh tahun lalu, instrumen investasi seperti emas atau tanah sangat digandrungi oleh masyarakat.

Sementara, orang-orang kaya di masa lampau umumnya berinvestasi di produk fisik seperti minyak dan gas.Namun, memasuki era 2000, teknologi berkembang semakin pesat dan membuat tren investasi bergeser.

"Dengan adanya internet ini, top lima company yang ada hari ini, (seperti) Apple, Amazon, Google. Kita lihat perusahaan teknologi berkembang sangat pesat dan pertumbuhannya sangat eksponensial. Kita sebentar lagi lihat IPO dari perusahaan-perusahaan Indonesia berbasis teknologi yang akan menjadi new top company," sambungnya.

Ketika hendak memilih instrumen investasi, ia berpesan untuk tak mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Selain itu, berhati-hati pula dengan bisnis investasi yang tidak jelas, tidak memiliki izin, dan tidak teregulasi.

“Biasanya, investor hanya akan diminta menaruh uang dan dijanjikan mendapat sejumlah keuntungan. Bentuk investasinya bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari aset kripto, tanah, properti, dan lainnya. Kita harus cek apakah perusahaan ini legal dan teregulasi, bisa cek ke Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini