Menkes Update Obat Covid-19, Favipiravir Akan Dimpor 9 Juta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 612 2446208 menkes-update-obat-covid-19-favipiravir-akan-dimpor-9-juta-mKAhSJhS4D.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

TINGGINYA pasien positif Covid-19 membuat kebutuhan akan obat-obatan semakin meningkat. Memang, saat ini belum ada obat yang ampuh untuk menyembuhkan Covid-19.

Meski demikian, obat-obatan tersebut digunakan untuk menyembuhkan penyakit penyerta penderita Covid-19 agar tidak semakin parah. Tapi, tingginya permintaan obat membuat sejumlah obat menjadi sulit untuk ditemukan dan harganya pun menjadi jauh di atas rata-rata.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan sejak 1 Juni sampai sekarang telah terjadi lonjakan yang luar biasa dari kebutuhan obat-obatan, sekira 12 kali lipat.

Pemerintah telah menyadari hal ini dan melakukan komunikasi dengan teman-teman di gabungan pengusaha farmasi (GP Farmasi) dan telah mempersiapkan dengan mengimpor bahan baku obat, memperbesar kapasitas produksi serta mempersiapkan distribusinya.

“Tapi memang diperlukan waktu dari 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri kita bisa memenuhi peningkatan kebutuhan obat-obatan sebanyak 12 kali lipat ini," kata Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers, Senin (26/7/2021).

"Saya sampaikan, mudah-mudahan pada awal Agustus 2021 beberapa obat-obatan yang sering dicari masyarakat seperti Azitromisin, Oseltamivir, maupun Favipiravir bisa masuk ke pasar secara lebih signifikan,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini jumlah Azitromisin sekarang terdapat 11,4 juta stok yang ada di nasional, 20 pabrik lokal yang memproduksi obat ini, sehingga kapasitas produksinya mencukupi. Menkes Budi tak mengelak jika ada sedikit hambatan di distribusi.

“Khusus Favipiravir, kita memiliki stok sekira 6 juta di seluruh Indonesia dan ada beberapa produsen dalam negeri yang akan meningkatkan stok Favipiravir ini termasuk Kimia Farma yang bisa mencapai 2 juta per hari. Rencananya PT Dexa Medika juga akan mengimport 15 juta pada Agustus. Pemerintah juga akan mengimpor 9,2 juta dari beberapa negara mulai Agustus,” lanjutnya.

Selain itu ada pabrik baru yang rencananya pada Agustus akan memproduksi 1 juta Favipiravir setiap hari. Favipiravir ini akan menggantikan Oseltamivir sebagai obat antivirus, sementara Azitromisin sebagai antibiotik.

Favipiravir ini masuk dalam kategori antivirus, yang oleh dokter-dokter ahli lima profesi di Indonesia sudah mengkaji dampaknya terhadap mutasi virus Delta.

“Mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan Favipiravir. Dan diharapkan nanti Agustus pemerintah sudah memiliki kapasitas produksi dalam negeri antara 2-4 juta ton tablet per hari yang bisa memenuhi kebutuhan," kata dia.

"Sedangkan Oseltamivir kita ada stok sampai Agustus sekira 12 juta, tapi karena ini secara perlahan akan diganti dengan Favipiravir, maka kita akan pertahankan stoknya. Ini adalah 3 obat Azitromisin, Oseltamivir, dan Favipiravir yang memang diproduksi di dalam negeri,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini