Pejabat Tinggi Inggris Curiga Covid-19 Menyebar lewat Kentut

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 612 2446281 pejabat-tinggi-inggris-curiga-covid-19-menyebar-lewat-kentut-KGXA6O40U8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYEBARAN Covid-19 memang diketahui lewat partikel droplet. Bahkan, droplet yang kecil tersebut bisa bertahan di udara selama belasan jam dan menular kepada orang lain.

Tapi, beberapa pejabat tinggi di Inggris cukup yakin bahwa virus corona penyebab Covid-19 bisa menyebar lewat kentut. Bukan asal nyebut, bukti diketahui telah mereka pegang.

Salah satu lokasi yang dianggap sebagai biang keladi penyebaran Covid-19 lewat kentut adalah toilet umum. Jadi, orang-orang yang ke toilet umum dianggap bisa terinfeksi Covid-19 karena partikel virus melayang-layang di udara ruang terbatas toilet umum tersebut.

"Uji ilmiah telah mengungkapkan bahwa virus terdeteksi di kotoran manusia. Meski demikian, sejatinya belum ada bukti cukup kuat untuk mengatakan virus corona penyebab Covid-19 dapat disebarkan lewat kentut pasien Covid-19," terang laporan Mirror, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut, seorang menteri Inggris yang tidak ingin disebut namanya mengatakan kepada Telegraph bahwa pihaknya telah membaca beberapa hal yang dapat membuktikan bahwa Covid-19 benar bisa menyebar lewat kentut.

Covid

"Ada bukti yang cukup kuat dan ada kaitannya dengan hubungan penelusuran terkait genom antara dua individu dari balik WC di Australia," papar laporan itu.

"Kasus penyakit yang terdokumentasi dengan baik menyebar melalui pipa limbah selama lockdown di Hong Kon ketika 'tikungan U' telah mengering," kata si menteri.

Di sisi lain, peneliti belum bisa mengatakan bahwa Covid-19 bisa menyebar lewat kentut karena belum ada bukti ilmiah yang kuat.

"Penularan sebagian besar terjadi melalui mulut dan paling utama lewat hidung, karena Covid-19 adalah penyakit pernapasan" kata menteri lain di laporan Telegraph.

Sementara itu, seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui klaim virus dapat menyebar melalui kentut. "Kami menyimpan bukti ilmiah terbaru dalam review," katanya.

Di awal pandemi, klaim Covid-19 menyebar lewat kentut pernah berhembus juga dan dijawab tegas oleh para peneliti bahwa itu sangat tidak mungkin terjadi.

Dokter William Schaffner, direktur medis dari Yayasan Nasional untuk Penyakit Menular yang juga seorang profesor penyakit menular di Universitas Vanderbilt di Tennessee, menyatakan pada USA Today bahwa penularan Covid-19 melalui kentut itu sulit dibuktikan secara ilmiah. "Sangat tidak mungkin," tegasnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pun menilai bahwa tidak ada penularan Covid-19 yang dilaporkan berasal dari kentut sampai sekarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini