Tetap Kreatif di Tengah Pandemi, Aulion dan Afgan Berbagi Tips Seru

Agustina Wulandari , Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 12 2446633 tetap-kreatif-di-tengah-pandemi-aulion-dan-afgan-berbagi-tips-seru-7SSMAJNtNs.jpg Webinar #MakinCakapDigital. (Foto: Dok.Kementerian Kominfo)

JAKARTA – Di tengah masa pandemi, para milenial tetap bisa berkreasi dan produktif dengan berbagai cara. Demi membangkitkan semangat milenial, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan GNLD Siberkreasi menginisiasikan kegiatan daring #MakinCakapDigital.

Melalui dua program unggulannya yaitu Nge-Zoom Bareng Public Figure dan Gali Ilmu, kegiatan ini digagas untuk memberikan wawasan literasi digital dengan materi-materi menarik yang relevan sesuai perkembangan teknologi masa kini. #MakinCakapDigital diselenggarakan pada akhir pekan melalui platform Zoom yang menghadirkan para public figure dan konten kreator ternama.

Pada akhir pekan minggu ke-4 Juli, kegiatan #MakinCakapDigital menyelenggarakan kegiatan program Gali Ilmu dengan tema “Membuat Video Kreatif dengan Smartphone”. Tema ini diangkat dengan menyesuaikan minat para warganet terhadap konten video yang pada saat ini dianggap menjadi konten paling laris dikonsumsi di media sosial.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kominfo dan GNLD Siberkreasi ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembuatan konten video yang kreatif dan menarik secara sederhana. Untuk itu, demi mendukung program tersebut, Aulion sebagai konten kreator diundang menjadi narasumber. Aulion dikenal sebagai master dalam membuat video kreatif dengan karakternya yang penuh warna.

Dalam program Gali Ilmu ini, Aulion membagikan tips-tips mengenai pembuatan konten video yang menarik sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas. Menurutnya ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat kita ingin membuat konten video, di antaranya visualisasi, antimainstream, relatable, dan menggunakan teks.

 

Aulion. (Foto: Dok.Kemkominfo)

Selain itu, menurutnya yang menjadi hal penting dalam membuat video adalah mempublikasikannya. Hal ini penting karena dengan mempublikasikan video, maka akan mendapatkan feedback, kritik dan saran dari orang lain sehingga konten bisa lebih baik lagi.

“Dengan mempublikasikan video kita maka memungkinkan untuk kita menjadi sumber inspirasi orang lain. Menginspirasi satu orang jauh lebih baik daripada ngga sama sekali,” tutur Aulion.

Saat Aulion memaparkan materinya dalam kegiatan ini, ia menampilkan presentasi materinya yang ia produksi hanya dengan fitur instagram story. Hal ini patut dijadikan inspirasi para peserta bahwa kreativitas bisa diciptakan melalui media apapun.

Selain program Gali Ilmu yang menghadirkan Aulion, program Nge-Zoom Bareng Public Figure juga menghadirkan narasumber profesional yang tak kalah menariknya, yaitu Afgan. Afgan hadir untuk membagikan kisahnya sebagai musisi ternama di Indonesia.

“Kreasi Musisi Di Era Digital” menjadi tajuk yang dalam sesi ini. Tema ini diangkat untuk memberikan inspirasi kreatif kepada masyarakat melalui kesuksesan Afgan bertahan menjadi musisi papan atas di tengah transformasi zaman yang semakin digital dan segala keterbatasan di saat pandemi Covid-19.

Seperti yang diketahui, bahwa transformasi zaman telah membawa banyak perubahan bagi industri musik saat ini apalagi dengan kondisi pandemi industri musik harus bertahan dan dituntut beradaptasi secara digital.

Berbicara tentang digitalisasi, menurut Afgan teknologi digital telah memberikan manfaat dalam menunjang kreasi musisi/seniman. Selain itu, ia juga mengungkapkan, keberadaan media sosial telah memudahkan musisi untuk memasarkan produk ciptaannya sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan lebih mudah melalui konten-konten yang kreatif.

Hal ini pun pernah terjadi pada Afgan, di mana platform Tik-Tok digunakannya sebagai media platform dalam memasarkan produk musiknya dengan mempopulerkan challenge. Tak disangka, ternyata teknik pasar melalui challenge Tik-Tok yang diterapkan Afgan telah berhasil menarik antusiasme 80 juta lebih pengguna Tik-Tok untuk mengikuti challenge-nya.

Melalui kegiatan ini juga Afgan memberikan tips kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk berkreasi menghasilkan produk yang kreatif.

Afgan. (Foto: Dok.Kemkominfo)

“Hal utama yang terpenting adalah mencari tujuan akan hal apa yang kita ingin lakukan di media sosial kita. Selanjutnya kejujuran dan inspirasi menjadi nilai yang mendukung untuk kita berkreasi,” ujar Afgan.

Kehadiran Aulion dan Afgan pada akhir pekan Juli ini telah menghadirkan antusiasme masyarakat. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini tak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi juga dihadiri oleh peserta dari luar negeri.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kominfo dan Siberkreasi akan terus berupaya menyajikan tema-tema menarik yang bermanfaat bagi masyarakat dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang inspiratif. Untuk itu, ayo ikuti kegiatan Literasi Digital lainnya sebagai kegiatan dalam mengisi waktu luang menjadi lebih produktif dan bermanfaat. Untuk kegiatan literasi digital bermanfaat lainnya silahkan follow akun sosial media @siberkreasi atau mengakses website info.siberkreasi.id.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini