Beredar Kabar Boleh Lepas Masker Usai Divaksin Covid-19, Ini Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 481 2446753 beredar-kabar-boleh-lepas-masker-usai-divaksin-covid-19-ini-faktanya-HrA9QaZGcc.jpg Warga divaksin (Foto: Reuters)

SELAMA masa pandemi, banyak sekali hoax yang beredar di masyarakat terkait dengan Covid-19. Salah satunya adalah kabar mengenai bolehnya melepas masker setelah melakukan vaksinasi Covid-19. Bahkan ada beberapa masyarakat yang percaya bahwa setelah divaksinasi, maka dunia bisa kembali normal seperti semula.

Melihat kondisi tersebut Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i memastikan kabar tersebut adalah hoax. Menurutnya tidak ada bukti ilmiah yang melandasi pernyataan tersebut.

 masker

Melalui akun Instagramnya @dr.fajriaddai, dr. Fajri mengatakan, seseorang yang sudah divaksinasi bisa berhenti memakai masker. Namun terdapat syarat dan kondisi yang harus diperhatikan sebelumnya. Ia pun mencoba memberikan penjelasan mengenai fungsi utama vaksinasi dan masker dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Seseorang bisa berhenti melepas masker bila cakupan vaksinasi sudah mencapai mayoritas penduduk dan terbentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Karena semakin banyak orang yang divaksin, jumlah inang sebagai tempat perkembangbiakan virus akan berkurang dan akhirnya akan mengurangi jumlah virus yang beredar di populasi,” tulis unggahan dr. Fajri.

Lebih lanjut dr. Fajri menjelaskan bahwa peran masker yang saat ini wajib digunakan oleh masyarakat adalah untuk mengoptimalkan efektivitas vaksin dengan meminimalkan jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh sehingga kekebalan dapat terbentuk tanpa harus melalui proses sakit. Faktanya saat ini Masyarakat Indonesia tidak bisa bebas melepas masker karena cakupan vaksinasinya belum luas.

“Tidak bisa bila cakupan vaksinasi belum luas dan cepat serta tingkat penularan di suatu tempat masih tinggi. Per 23 Juli 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 dua dosis di Indonesia masih rendah, yaitu 8,2% dari orang yang menjadi sasaran vaksinasi,” lanjutnya.

Selain itu, angka positivity rate Covid-19 akhir-akhir ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target 10%, yang artinya penularan Covid-19 di Indonesia masih belum terkontrol saat ini. Situasi ini semakin dipersulit dengan tinggi ketidakdisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan dan lemahnya implementasi tes, pelacakan kasus serta isolasi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini