Langkah Pemerintah Percepat Vaksinasi di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 481 2446758 langkah-pemerintah-percepat-vaksinasi-di-tengah-lonjakan-kasus-covid-19-I2ZOpIN5jV.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

JURU Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, program vaksinasi tetap dikejar di tengah adanya lonjakan kasus Covid-19. Hal tersebut dilakukan demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia.

Siti Nadia mengakui, bahwa pihaknya sempat kesulitan memenuhi target vaksinasi untuk 1-1,5 juta orang per hari dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid-19 sejak Juli.

“Saat adanya peningkatan kasus, maka fokus kita adalah menurunkan laju penularan dulu sambil tetap memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjalankan kegiatan di rumah, sehingga akselerasi untukk mencapai 1,5 juta dosis per hari itu tertunda karena situasi tersebut,” ujarnya dikutip dari siaran langsung ‘Update Percepatan Vaksinasi Covid-19’ di YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (27/7/2021).

Vaksin Covid-19

Meski demikian, dia menjelaskan bahwa sekira 900 ribu hingga 1 juta dosis vaksin per hari sudah tercapai di bulan Juli ini. “Awal Juli sampai minggu ketiga, suntikan per hari sudah sampai 1 juta dosis walaupun belum rata-rata satu juta, tetapi ada di angka 900 ribu - 1,1 juta. Ini cukup fluktuatif karena situasi,” kata Siti Nadia.

Baca Juga : Waspada! Ini 9 Mitos Makanan yang Bisa Sembuhkan Covid-19

Demi mempercepat vaksinasi, pihaknya juga mempersiapkan sejumlah strategi. Salah satunya menggandeng berbagai pihak untuk membuka pos-pos vaksinasi.

“Kami menggandeng TNI/Polri, mendorong vaksinasi dosis pertama khusus di kabupaten kota yang aglomerasi. Kemudian 57 kabupaten kota dilakukan pemberian alokasi vaksin sebanyak 50 persen dan khususnya Jawa-Bali, itu 50 persen,” jelas dia.

“Dan yang terpenting, kami juga memperbanyak kerjasama dengan pihak swasta, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, kemudian juga alumni, serta BUMN untuk membuka pos pos vaksinasi,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini