Vaksinasi Tak Bikin Kebal, Dokter Reisa: Sebelum dan Sesudah Disuntik Wajib Prokes

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 481 2446775 vaksinasi-tak-bikin-kebal-dokter-reisa-sebelum-dan-sesudah-disuntik-wajib-prokes-IUKNIn2HyQ.jpg Dokter Reisa (Foto : YouTube/FMB9ID_IKP)

MASIH banyak masyarakat awam yang salah kaprah tentang vaksin Covid-19. Tak sedikit orang yang menganggap, jika sudah divaksin Covid-19 maka otomatis langsung kebal tidak akan terinfeksi. 

Hal ini membuat masyarakay merasa bisa abai dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air dan sabun. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro menegaskan, vaksin Covid-19 tidak membuat jadi kebal penyakit.

Inilah kenapa, sebelum dan sesudah divaksin pun, semua orang harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari.

Dokter Reisa

“Sebelum dan sesudah vaksin, dalam situasi darurat kayak gini kita semua tetap harus disiplin protokol kesehatan. Memang vaksin itu membantu ringankan gejala kalau kita sampai terinfeksi Covid-19, tapi bukan berarti kita jadi kebal dan jaminan 100 persen enggak bakal sakit atau enggak ada gejala sama sekali,” papar kata dr. Reisa dalam siaran Dialog Produktif Semangat Selasa: Update Percepatan Vaksinasi Covid-19, Selasa (27/7/2021).

Dokter Reisa meminta kesadaran setiap orang, untuk bisa memahami bahwa di masa pandemi ini, umat manusia berperang dengan virus yang tersebar di sekitar kita. Sehingga untuk melindungi diri, setiap orang membutuhkan pertahanan yang berlapis.

Baca Juga : Dokter Reisa: 11% Masyarakat Indonesia Masih Suka Berkerumun

Inilah kenapa, vaksinasi tetap harus dibarengi dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain dan mencuci tangan dengan air dan sabun.

“Walaupun banyak ‘tentara’ yang sudah siap di badan kita karena vaksin, tapi kita butuh upaya agar virus yang masuk enggak terlalu banyak. Protokol kesehatan 3M dan vaksinasi harus dilakukan semuanya berbarengan, dengan cara itu tameng-tameng kita siapkan. Kalau sampai kecolongan virusnya masuk, paling enggak jumlahnya tak terlalu banyak dan badan kita sudah antisipasi,” tambahnya.

Terkait progress vaksinasi nasional, dengan target kurang lebih 280 juta rakyat Indonesia yang harus divaksin lengkap untuk bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Dokter Reisa menegaskan, setiap orang baik yang belum atau pun sudah divaksin, untuk tak lengah dalam memproteksi diri.

“Protokol kesehatan 3M dan vaksinasi juga, jangan sampai lengah lengah apalaggi di saat kita ini belum tercapai herd immunity,” tutup dr. Reisa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini