Varian Delta Plus Ditemukan di Indonesia, Epidemiolog: Sudah Jadi Predominan Strain!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 23:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 481 2446808 varian-delta-plus-ditemukan-di-indonesia-epidemiolog-sudah-jadi-predominan-strain-KRFX36zOAT.jpg Pandemi Covid-19 (Foto:Nature)

INDONESIA kembali dikejutkan dengan penemuan varian baru Covid-19 yang disebut dengan Delta Plus.

Sesuai dari namanya, varian Delta Plus ini merupakan mutasi virus dari strain Delta yang selama beberapa pekan terakhir meledak di Tanah Air. Tentunya kondisi ini membuat masyarakat menjadi semakin takut dan khawatir akan varian baru yang bisa memperburuk situasi.

 Pandemi Covid-19

Epidemiolog Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, menjelaskan bahwa penemuan varian baru Delta Plus ini bukanlah suatu hal yang mengagetkan.

Terlebih di tengah situasi Indonesia yang keterbatasan surveillance genomics, studi laboratorium, dan investigasi epidemiologi. Penemuan varian Delta Plus menandakan bahwa varian ini telah menjadi predominan strain di wilayah yang ditemukan.

“Ketika varian tersebut telah menjadi predominan strain, akibat keterbatasan tadi, mereka akan mudah untuk dideteksi. Jadi artinya sudah lama berada di komunitas, sebab varian membutuhkan waktu untuk menjadi predominan,” terang dr. Dicky, saat diwawancarai, Selasa (27/7/2021).

Selain itu hal lain yang harus diketahui bahwa penemuan varian ini bukanlah hal yang mengagetkan di tengah situasi kasus di masyarakat tinggi penyebarannya. Sebab, mutasi virus yang menyebabkan penemuan varian-varian baru hanyalah masalah waktu dan kehadiran varian ini adalah suatu fenomena yang alamiah,

“Sehingga jangan kaget kalau ada varian Delta, Delta Plus, Lamda ditemukan di Indonesia. Karena akan sangat sulit untuk membendung munculnya varian ini, sebab peluang masuknya banyak sekali. Apalagi di tengah situasi bahwa terjadi siklus replikasi yang sangat ekstensif dari virus. Karena banyak infeksi yang terjadi di masyarakat tida terdeteksi,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini