Sudah Masuk RI, Varian Delta Plus Resistan terhadap Terapi Antibodi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 481 2446848 sudah-masuk-ri-varian-delta-plus-resistan-terhadap-terapi-antibodi-vkoIn9djcA.jpg Ilustrasi (Foto : News Medical)

PENEMUAN varian Delta Plus di Tanah Air membuat masyarakat semakin khawatir dengan situasi pandemi Covid-19 yang semakin memburuk. Sebagaimana diketahui varian Delta Plus adalah hasil mutasi dari turunan varian Delta yang meledak di sebagian besar wilayah Tanah Air sejak beberapa pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, mutasi virus Covid-19 memang telah banyak terjadi di dunia. Mirisnya semakin banyak bermutasi, varian Covid-19 ini justru semakin berbahaya dan lebih cepat menular dibandingkan dengan model sebelumnya. Lantas bagaimana dengan varian baru Delta Plus ini?

Varian Delta Plus

Epidemiolog Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman menjelaskan bahwa varian Delta Plus ini lebih kuat dibandingkan dengan varian Covid-19 yang ada sebelumnya. Salah satu kekuatan utamanya adalah resistan terhadap terapi antibodi. Alhasil masyarakat peru sangat berhati-hati agar tidak terinfeksi varian Covid-19 jenis ini.

“Varian ini juga mengikat sangat kuat dengan reseptor ACE 2 sehingga penularannya menjadi sangat efektif dan cepat. Pada beberapa obat Covid-19 varian ini juga tahan dan resisten serta bisa menurunkan efikasi respon antibodi tubuh. Bahkan pada orang yang sudah divaksinasi,” ujar dr. Dicky saat diwawancarai MNC Portal, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga : Varian Delta Plus Ditemukan di Indonesia

Lebih lanjut, dr Dicky menjelaskan kalau varian Delta Plus ini hampir sama dengan Delta biasa. Varian ini disebut sebagai Delta Plus karena ada mutasi K417N yang dimiliki Delta. Ini juga bukanlah hal yang baru sebab mutasi K417N ini juga ada di varian Beta. Penemuan Delta Plus ini juga membuat kekhawatiran dengan adanya potensi Indonesia memiliki varian lokal yang berbahaya.

“Penemuan Delta Plus ini adalah kabar buruk bahwa situasi yang sebenarnya di masyarakat jauh dari apa yang dilihat dari angka statistik. Ini bisa lebih buruk bila terjadi di luar Jawa, dan kita masih bisa menghadapi dampak buruknya dengan beban di faskes dan juga angka kematian. Delta Plus ini lebih berbahaya karena penyebarannya efektif dan lebih kuat mengikat di sel paru, serta adanya potensi menurunkan respon antibodi,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini