Varian Delta Plus Ditemukan di Indonesia, Dokter: Jangan Khawatir Berlebihan!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 481 2446954 varian-delta-plus-ditemukan-di-indonesia-dokter-jangan-khawatir-berlebihan-DfJUrJBBk0.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

PENELITI Bioinformatika lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sahal Sabilil Muttaqin mengunggah postingan di akun media sosial Twitter, bahwa varian Delta Plus telah ditemukan di dua wilayah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa varian Delta plus dan AY.3 ditemukan di Jambi. Sedangkan sekuens awal Delta Plus juga ditemukan di Mamuju.

Alhasil dalam sekejap unggahan tersebut menjadi viral dan menjadi perbincangan para netizen di media sosial. Banyak masyarakat yang penasaran dengan varian Delta Plus dan bahaya yang ditimbulkan dari virus baru tersebut.

Varian Delta Plus

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bahwa varian Delta Plus ini memang sudah ditemukan di beberapa negara diantaranya adalah Amerika dan Inggris. Secara garis besar ini adalah varian Delta biasa, namun ada mutasi di protein K417N yang dikhawatirkan bisa menghindari sistem imun dan menular lebih cepat.

“Cuma sejauh ini belum ada evidence terkait dengan varian Delta Plus ini. Jadi ini hanyalah kekhawatiran saja. Jadi bisa saja virusnya sudah ada, tapi belum tentu jadi concern untuk Indonesia. Jadi varian Delta itu ada banyak jenisnya, dan yang baru ini belum diketahui,” kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga : Beda Delta Plus dan Varian Covid-19 Sebelumnya yang Membuatnya Lebih Berbahaya

Berdasarkan referensi dari jurnal Nature, dr. Fajri menjelaskan bahwa kemampuan varian Delta Plus, dalam menghindari sistem imun belum semengkhawatirkan dengan varian E484K. Sebab varian E484K memang sudah terbukti bisa menghindari sistem imun. Namun, varian Delta Plus masih proses pembuktian dan belum naik status menjadi varian of concern atau sangat-sangat mengkhawatirkan.

Perlu dipahami pula bahwa mutasi K417N ini sebelumnya sudah ada pada varian Beta yang berasal dari Afrika Selatan. Dan menurut jurnal Nature, tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan dengan E484K. Sehingga masyarakat diminta untuk jangan terlalu cepat dalam menyimpulkan.

“Intinya di Indonesia udah ada (Varian Delta Plus), kemungkinan betul. Tapi jangan terlalu dikhawatirkan secara berlebihan. Yang jelas itu poinnya taat terhadap protokol kesehatan. Mau varian apapun, tapi kalau taat protokol kesehatan, itu yang paling penting,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini