Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Buat Antibodi Naik 6 Kali Lipat!

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 612 2446650 kombinasi-vaksin-astrazeneca-dan-pfizer-buat-antibodi-naik-6-kali-lipat-DMfXoYWPIO.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH Indonesia berencana untuk memberikan vaksin Covid-19 ketiga untuk para tenaga kesehatan. Adapun vaksin yang digunakan sebagai suntikan ketiga adalah moderna.

Tapi, pemberian vaksin ketiga ini menjadi polemik. Bukan karena dosis ketiganya, tapi karena vaksin yang digunakan berbeda dengan vaksin sebelumnya.

Meski begitu, sebuah studi di Korea Selatan membuktikan bahwa melakukan penyuntikan vaksin dengan merek yang berbeda masih aman dilakukan. Bahkan, kombinasi vaksin tersebut menunjukkan adanya peningkatan antibodi.

Pada dosis pertama AstraZeneca dengan vaksin Pfizer sebagai dosis kedua menunjukkan hasil peningkatan level antibodi, sebanyak enam kali lipat dibandingkan dengan vaksinasi dua dosis AstraZeneca, mengutip Reuters, Selasa (27/7/2021).

Penelitian ini sendiri digelar dengan melibatkan sebanyak 499 orang pekerja medis. 100 orang di antaranya menerima vaksin campuran, 200 orang lainnya disuntik vaksin Pfizer/BioNTech dan sisanya divaksinasi dengan dua dosis vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.

Semua kelompok memperlihatkan antibodi penetralisir, artinya yang mencegah virus memasuki sel tubuh dan bereplika. Hasil dari vaksin campur ini menunjukkan jumlah antibodi penetral yang sama dengan yang ditemukan pada kelompok peserta yang menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Sebelumnya, studi penelitian di Inggris pada Juni lalu juga kurang lebih menunjukkan hasil yang serupa. Dosis pertama menggunakan AstraZeneca lalu diikuti oleh Pfizer menghasilkan respons sel T terbaik dan respons antibodi yang lebih tinggi daripada jika divaksin menggunakan vaksin Pfizer sebagai dosis pertama dan baru vaksin AstraZeneca sebagai dosis kedua.

Dari keterangan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), studi penelitian di Korea Selatan tersebut juga menganalisis aktivitas penetralan terhadap berbagai mutasi varian virus yang ssaat ini tengah jadi perhatian.

Ternyata, didapati tidak satu pun kelompok peserta yang menunjukkan adanya aktivitas penetralan yang berkurang terhadap varian Alpha. Namun titer netralisasi menurun 2,5 hingga 6 kali lipat terhadap varian Beta, Gamma dan Delta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini