Studi: Long Covid-19 Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf Kornea Mata

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 481 2447172 studi-long-covid-19-bisa-sebabkan-kerusakan-saraf-kornea-mata-8ZF1YmZxjy.jpg Ilustrasi long covid-19 bisa merusak saraf kornea mata. (Foto: Medicaldaily)

STUDI terbaru menunjukkan bahwa long covid-19 yang dialami sebagian penyintas bisa menyebabkan kerusakan saraf dan penumpukan sel kekebalan di kornea mata. Namun, hasil studi awal ini masih perlu diverifikasi terhadap kelompok penyintas lebih besar yang mengalami long covid-19.

Temuan studi ini juga mengisyaratkan sesuatu yang sudah diduga para ilmuwan bahwa salah satu gejala long covid-19 adalah kerusakan saraf perifer mata.

Baca juga: CDC Tak Lagi Bolehkan Orang yang Sudah Divaksin 2 Dosis Lepas Masker 

Berdasarkan laporan laman Live Science, secara garis besar penyintas yang mengalami long covid-19 banyak mengeluhkan masalah neurologis, termasuk sakit kepala, mati rasa di tubuh, kehilangan kemampuan indera penciuman, dan "brain frog" atau kesulitan berkonsentrasi.

"Masalah-masalah kesehatan tersebut menurut penelitian dikaitkan dengan gangguan kerusakan sel saraf dalam tubuh," terang Rayaz Malik, profesor kedokteran dan dokter konsultan di Weill Cornell Medicine-Qatar di Doha.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Secara khusus, long covid-19 mungkin melibatkan kerusakan pada serabut saraf kecil atau kabel tipis yang bercabang dari sel saraf tertentu dalam tubuh dan menyampaikan informasi sensorik tentang rasa sakit, suhu, serta gatal di antara sensasi lain ke sistem saraf pusat.

"Sel saraf kecil ini juga membantu mengontrol fungsi tubuh yang tidak disengaja, seperti detak jantung dan buang air besar. Karena kerusakan yang terjadi di sana, menyebabkan beragam gejala yang dirasakan penyintas dan mengalami long covid-19," terang laporan Fox News, Rabu (28/7/2021).

Kembali ke penelitian, Prof Malik dan rekan-rekannya kini sedang mempelajari hilangnya saraf kecil itu pada penderita diabetes dan penyakit neurodegeneratif seperti multiple sclerosis, dan peneliti punya dugaan bahwa orang dengan long covid-19 punya gejala yang sama dengan pasien penyakit tersebut.

Baca juga: Varian Delta Plus Mengancam Orang yang Belum Dapat Vaksin Covid-19 

Bagaimana penelitian dilakukan?

Jadi, peneliti menggunakan teknik yang disebut mikroskop confocal korna (CCM) untuk mengambil foto sel saraf di kornea, lapisan transparan mata yang menutupi pupil dan iris.

"Tim peneliti menggunakan prosedur non-invasif untuk menghitung jumlah total sel saraf serat kecil di kornea, di sisi lain juga menilai panjang dan tingkat percabangan serat tersebut," papar laporan Fox News.

Di luar penelitian ini, ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa ketika ditemukan kerusakan pada serat kecil saraf kornea, itu menunjukkan adanya kerusakan serupa di tempat lain di tubuh.

"Jadi, saraf kecil itu seperti barometer yang sangat bagus untuk menilai adanya kerusakan saraf di tempat lain," terang Prof Malik.

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 Cukup Kuat Melawan Varian Delta Plus? 

Menurut studi terbaru yang diterbitkan Senin 26 Juli 2021 di 'British Journal of Ophthalmology', orang yang mengembangkan gejala neurologis setelah terinfeksi covid-19 menunjukkan kehilangan saraf serat kecil yang signifikan di kornea matanya, dibandingkan dengan orang yang sembuh dari covid-19 tanpa gangguan neurologis.

"Terlebih, munculnya gangguan neurologis ini berbanding lurus dengan keparahan infeksi covid-19 yang dialami seseorang saat terinfeksi. Artinya, kerusakan saraf yang lebih besar dikaitkan dengan gejala yang lebih berat sebelumnya," tambah laporan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini