Mantan Atlet Ungkap Kondisi Seks Bebas yang Terjadi di Olimpiade

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 02:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 612 2447004 mantan-atlet-ungkap-kondisi-seks-bebas-yang-terjadi-di-olimpiade-ZxamoE8qkd.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OLIMPIADE Tokyo 2020 memang penuh dinamika, lantaran dilangsungkan di tengah Pandemi Covid-19. Tapi, pelaksanaan olimpiade itu sendiri sebenarnya sudah memiliki banyak cerita kelam di baliknya.

Salah satunya adalah dengan adanya ranjang cardboard atau ranjang kardus yang diklaim memiliki 'sustainability'. Tetapi fakta dibaliknya adalah agar tidak ada seks bebas saat Olimpiade berlangsung.

Nah, mantan Atlet Olimpiade, Susen Tiedtke pun membongkar rahasia seks bebas di ajang olahraga paling bergengsi tersebut. Menurutnya, tidak ada yang bisa menghalangi urusan seks di Desa Olimpiade walau 'diakali' cara apapun.

"Larangan melakukan seks adalah bahan tertawaan besar bagi saya, itu tidak berhasil sama sekali. Seks selalu menjadi isu di Desa Olimpiade," kata Tiedtke kepada Bild, dilansir dari New York Post.

Olimpiade

Mantan atlet lompat jauh yang kini berusia 52 tahun itu berkompetisi di Olimpiade 1992 dan 2000, yang mana dari ajang itu juga dia bertemu mantan suaminya, Joe Greene, sesama atlet lompat jauh. "Para atlet itu dalam kondisi stamina yang sangat baik di Olimpiade. Ketika pertandingan selesai, ya, banyak dari mereka yang melepaskan energi," jelasnya.

Ia melanjutkan, pelatih selalu mengatakan bahwa seks sebelum bertanding itu bukan ide yang baik karena ketika Anda berhubungan badan, setelah itu tubuh akan mulai dari 'nol' lagi untuk mendapatkan energi terbaiknya.

Tapi, beda cerita kalau mau berhubungan badan setelah pertandingan. "Makanya, banyak yang sampai berhubungan badan sampai dini hari," sambungnya.

"Lagipula, teman sekamar akan sangat paham jika Anda meminta kamar untuk sendiri yang artinya Anda butuh waktu untuk 'melampiaskan energi' tersebut," kata Tiedtke.

Sang mantan atlet ini juga mengklaim bahwa di Desa Olimpiade sangat normal sekali jika Anda diajak untuk datang ke suatu pesta, yang tentu saja di dalamnya ada alkohol.

Seks dan Desa Olimpiade adalah hal yang sudah tak asing di telinga para atlet. Terlebih, saat penyelenggara membagikan kondom kepada atlet yang mana budaya ini sudah dijalankan sejak Olimpiade Seoul pada 1988. Bahkan, pada Olimpiade Rio di 2016, pihak penyelenggara membagikan 450.000 kondom kepada para atlet.

Di Olimpiade Tokyo 2020 ini pun pihak penyelenggara diketahui membagikan 160.000 kondom untuk 11.000 atlet, meski pihak panitia berdalih itu hanya oleh-oleh, bukan untuk dipakai karena keadaan pandemi.

"Pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 membagikan kondom ke atlet hanya sebagai oleh-oleh dan bentuk awareness pentingnya kondom dalam upaya mencegah HIV dan AIDS," kata laporan itu.

"Ada banyak aktivitas seks yang terjadi di Desa Olimpiade," terang kiper sepak bola Amerika, Hope Solo kepada ESPN pada 2021. "Bahkan, saya bisa melihat atlet berhubungan badan di tempat terbuka, di rerumputan, di antara gedung-gedung," ceritanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini