IDI Sebut Tingginya Kasus Covid-19 Bisa Dilihat dari Kebutuhan Tabung Oksigen

Antara, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 612 2447087 idi-sebut-tingginya-kaskus-covid-19-bisa-dilihat-dari-kebutuhan-tabung-oksigen-OaFXds61wM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS positif Covid-19 di sejumlah daerah seperti Jakarta memang mengalami penurunan. Tercatat jumlah hunian pasien di rumah sakit mengalami penurunan, sementara untuk tingkat vaksinasi mengalami peningkatan.

Salah satu indikator yang bisa dilihat adalah saat di dalam satu wilayah sudah ada permasalahan tingginya Kasus Covid-19 adalah oksigen. Pasalnya, tabung oksigen adalah elemen krusial dalam membantu pasien Covid-19 bertahan hidup.

Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Moh. Adib Khumaidi menyebut, meningkatnya kebutuhan oksigen di satu wilayah bisa menjadi salah satu indikator adanya peningkatan kasus.

"Kalau ada peningkatan kebutuhan oksigen supply dan demand-nya, berarti pasiennya banyak. Di daerah Kalimantan Selatan ada kenaikan kasus," kata dia.

Adib mengatakan, selain Kalimantan Selatan, saat ini ada juga beberapa wilayah yang dilaporkan mengalami kenaikan kasus yakni Yogyakarta, Solo, Jambi, Palembang dan Kendari.

Terkait ini, menurut Adib, Indonesia sebenarnya sudah mempunyai sistem dalam suplai kebutuhan seperti oksigen dan obat sehingga masalah kelangkaan seperti beberapa waktu lalu tak kembali terjadi.

"Antisipasi harus kita lakukan. Kita sudah punya sistem sebenarnya. Kami selalu berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan masalah oksigen, obat. Seharusnya bisa menjadi sistem yang sudah terbangun untuk kemudian menyelesaikan masalah di luar Jawa tadi," tutur dia.

Di sisi lain, ada kabar baik dari wilayah lain di Indonesia yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi dan beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Semarang, Kudus, Pati dan Rembang yang dilaporkan mengalami penurunan kasus Covid-19.

Adib mengatakan, angka Bed Occupancy Rate atau (BOR) di Semarang saat ini sekitar 66 persen dari yang semula 92 persen. Sementara di Jakarta, angka BOR sekitar 76 persen turun.

"Turunnya kasus bukan hanya di Jakarta, kami mendapat laporan penurunan kasus juga ada di wilayah Semarang, Kudus, Pati, Rembang. Di Semarang bahkan disebutkan BOR yang kemarin sempat 92 sekarang 66 persen. Jakarta, BOR-nya memang 76 persen turun dengan ICU yang turun 85 persen. Jadi ini memang ada penurunan. Kami juga dapatkan laporan juga di Bekasi, Tangerang, mengalami penurunan," kata Adib.

Di sisi lain, IDI juga mendorong percepatan vaksinasi dosis kedua tanah air. Data dari Kementerian Kesehatan dan laman covid19.go.id pada 26 Juli 2021 menunjukkan, vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah diberikan pada sekitar 44.728.320 orang, sementara dosis kedua didapatkan 18.129.878 dari total target sasaran vaksinasi nasional yang berjumlah 208.265.720 orang.

"Karena gap-nya masih tinggi antara vaksin dosis pertama dan kedua. Ini hal-hal yang perlu menjadi tracing program baik itu Kementerian Kesehatan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan hal itu," demikian ujar Adib.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini