Dokter Relawan Covid-19 Ungkap Hoaks soal Lepas Masker Usai Divaksin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 23:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 612 2447592 dokter-relawan-covid-19-ungkap-hoaks-soal-lepas-masker-usai-divaksin-5ZClkeZYy0.jpg Ilustrasi masker cegah covid-19. (Foto: Mdjaff/Freepik)

SELAMA masa pandemi covid-19, banyak sekali hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Salah satunya kabar boleh melepas masker setelah divaksin. Bahkan ada sejumlah orang yang percaya setelah divaksin, maka dunia bisa kembali normal seperti semula.

Mengetahui kondisi tersebut, influencer kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i memastikan kabar tersebut hoaks. Menurut dia, tidak ada bukti ilmiah yang melandasi pernyataan tersebut.

Baca juga: Pandemi Sebabkan Perawatan Pasien Kanker Jadi Terganggu 

Melalui unggahan di akun Instagram-nya @dr.fajriaddai, Selasa (27/7/2021), dr Fajri mengatakan seseorang yang sudah divaksin bisa berhenti memakai masker, namun ada syarat dan kondisi yang harus diperhatikan sebelumnya. Ia pun coba memberikan penjelasan mengenai fungsi utama vaksinasi dan masker dalam mengatasi pandemi covid-19.

"Seseorang bisa berhenti melepas masker bila cakupan vaksinasi sudah mencapai mayoritas penduduk dan terbentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Karena makin banyak orang yang divaksin, jumlah inang sebagai tempat perkembangbiakan virus akan berkurang dan akhirnya akan mengurangi jumlah virus yang beredar di populasi," tulis unggahan dr Fajri.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa peran masker yang saat ini wajib digunakan oleh masyarakat adalah untuk mengoptimalkan efektivitas vaksin dengan meminimalkan jumlah virus yang masuk ke tubuh sehingga kekebalan dapat terbentuk tanpa harus melalui proses sakit. Faktanya saat ini masyarakat Indonesia tidak bisa bebas melepas masker karena cakupan vaksinasinya belum luas.

Baca juga: Ibu Positif Covid-19 Boleh Menyusui Bayinya, Ini 5 Cara Amannya 

"Tidak bisa bila cakupan vaksinasi belum luas dan cepat serta tingkat penularan di suatu tempat masih tinggi. Per 23 Juli 2021, cakupan vaksinasi covid-19 dua dosis di Indonesia masih rendah, yaitu 8,2 persen dari orang yang menjadi sasaran vaksinasi," lanjutnya.

Selain itu, angka positivity rate covid-19 akhir-akhir ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan target 10 persen, artinya penularan covid-19 di Indonesia masih belum terkontrol saat ini. Situasi ini makin dipersulit dengan tingginya ketidakdisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan dan lemahnya implementasi tes, pelacakan kasus, serta isolasi.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini