BKKBN: Covid-19 Klaster Keluarga Bisa Dicegah dengan Vaksinasi Ibu dan Anak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 481 2447854 bkkbn-covid-19-klaster-keluarga-bisa-dicegah-dengan-vaksinasi-ibu-dan-anak-8fTiE4mxWk.jpg Ilustrasi vaksinasi ibu dan anak cegah covid-19 klaster keluarga. (Foto: Freepik)

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ikut berkontribusi dalam percepatan capaian vaksinasi covid-19 secara nasional. Caranya dengan melakukan vaksinasi berbasis keluarga. Sasaran utamanya adalah anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh wilayah Indonesia.

Vaksinasi berbasis keluarga nantinya melibatkan 50 ribu bidan yang kini sedang dilatih menjadi vaksinator covid-19. Bidan dipilih karena masyarakat cukup memercayai mereka, selain itu aksesnya juga dekat dengan warga.

Baca juga: Benarkah Jenazah Covid-19 Menularkan Virus ke Orang Lain? Ini Faktanya 

"Kita libatkan bidan yang memang sudah bermitra sangat erat dengan BKKBN dan sudah mempunyai pengalaman di fasilitas kesehatan lainnya untuk menjadi vaksinator covid-19 berbasis keluarga ini," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam pembukaan Workshop Vaksinator Covid-19 Bagi Bidan Praktik Mandiri, Kamis (29/7/2021).

Anak-anak. (Foto: Prostooleh/Freepik)

Ia menerangkan, vaksinasi berbasis keluarga ini diharapkan dapat memutus persebaran covid-19 klaster keluarga. "Dengan vaksin berbasis keluarga, lebih mudah mengetahui siapa yang sudah divaksin atau yang belum, sehingga diharapkan herd immunity di tingkat keluarga bisa segera terbentuk," tambahnya.

Selain itu secara pencatatan administrasi pun vaksin keluarga diharapkan dapat tercatat dengan baik, sehingga di tingkat desa atau kelurahan dapat mengetahui berapa keluarga yang sudah divaksin atau belum.

Baca juga: Dosis Ketiga Vaksin Pfizer Tingkatkan Antibodi Melawan Varian Delta 

Saat ini Kementerian Kesehatan tengah memberikan pelatihan bagi 50 ribu bidan praktik mandiri. Alokasi vaksin covid-19 untuk program ini pun tengah dirancang Kemenkes.

"Jumlah bidan yang besar dan tersebar di desa-desa serta kedekatannya dengan masyarakat dan sudah mempunyai pengalaman di fasilitas kesehatan lainnya menjadi potensi besar untuk turut serta dalam penanganan pandemi covid-19," ungkap Hasto.

Lebih lanjut Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI Oos Fatimah Rosyati MKes menerangkan bahwa tenaga serta logistik adalah dua hal yang harus diperhatikan untuk memperlancar proses vaksinasi covid-19.

"Setelah mengikuti pelatihan, maka peserta yang terdiri dari para bidan mandiri ini akan mendapatkan keterampilan dan mampu melakukan pelayanan vaksinasi covid-19 sesuai dengan protokol," jelasnya.

Baca juga: IDI: Apa pun Variannya, Lawan Covid-19 dengan Prokes dan Vaksinasi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini