Suara Anak tentang Vaksin: Tingkatkan Imun Supaya Tidak Kena Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 481 2447910 suara-anak-tentang-vaksin-tingkatkan-imun-supaya-tidak-kena-corona-SYo0uuhqjG.jpg Ilustrasi vaksin covid-19 pada anak. (Foto: Uchealth)

PROGRAM vaksinasi covid-19 untuk anak-anak usia 12 hingga 17 tahun sudah mulai dijalankan pemerintah. Vaksinasi ini bertujuan mengurangi risiko keparahan apabila terinfeksi virus corona. Program vaksinasi ini dimulai sejak awal Juli 2021 dan dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga 17 Juni 2021, tercatat ada 661 kasus covid-19 pada anak usia 0 sampai 18 tahun. Sebanyak 144 di antaranya kelompok anak di bawah 5 tahun (balita).

Baca juga: Hari Anak Nasional, Anak-Anak yang Sudah Full Vaksin Tak Lebih dari 0,001% 

Meski tingkat keparahan akibat covid-19 pada anak hanya sebesar 1 persen, anak-anak juga perlu mendapat perlindungan melalui vaksinasi. Saat ini sebagian anak sudah mendapat vaksin covid-19, tapi ada pula anak-anak di wilayah lain yang masih berjuang mendapatkannya.

Dalam jumpa media 'Suara Anak tentang Vaksin', Kamis (29/7/2021), beberapa anak menyuarakan situasi dan kondisi yang mereka alami terkait vaksinasi covid-19. Beberapa dari mereka sudah divaksinasi, tapi beberapa lainnya masih berjuang mendapatkannya.

Ilustrasi vaksinasi covid-19 pada anak.

Ghifara (16) asal Jakarta mengaku telah mendapat vaksinasi covid-19. Ia mengatakan pertama kali mendapatkan informasi terkait vaksin dari media dan langsung didaftarkan oleh sekolah.

"Saya mau divaksin karena ingin meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terkena virus corona," terang Ghifara dalam sambungan Zoom.

Baca juga: IDAI: Tidak Banyak Ditemukan KIPI Vaksinasi Covid-19 pada Anak 

Senada, Cantika (13) asal Surabaya juga telah mendapat vaksin covid-19. Ia pertama kali mendapat informasi soal vaksin dari ibunya dan langsung mendaftar untuk divaksin di puskesmas terdekat.

"Saya ingin meningkatkan imun tubuh biar tidak mudah terkena virus corona. Sambil terus melakukan protokol kesehatan," ujar Cantika.

Berbeda dengan sebelumnya, Kudu (16) dan Virgin (15) yang berasal dari Sumba Timur serta Pahmi (15) dari Sambas belum berkesempatan mendapat vaksin covid-19. Mereka tidak bisa divaksin lantaran kuota vaksinasi yang masih belum mencukupi.

Baca juga: Banyak Anak-Anak Terpapar Covid-19 dari Kluster Keluarga 

"Saya belum divaksin karena kuota vaksinnya habis. Untuk saat ini belum ada info vaksin lagi. Saya tahu dari mama kalau kuota vaksinnya habis," kata Virgin.

Hal yang sama juga dirasakan Pahmi. Ia mengatakan bahwa pemerintah desa sudah mau melaksanakan vaksinasi pada bulan Juli ini. Sayangnya stok vaksinnya tidak ada, jadi diundur sampai Agustus mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini