Peneliti HCC: 5 Hak Kesehatan Anak Indonesia Belum Terpenuhi

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 481 2447940 peneliti-hcc-5-hak-kesehatan-anak-indonesia-belum-terpenuhi-W3GXJYaAnc.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

MASIH dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021, pemenuhan hak kesehatan anak Indonesia dinilai belum maksimal bahkan masih menghadapi banyak tantangan.

Berdasarkan salah satu studi literatur dan konsensus ahli yang dilakukan oleh Health Collaborative Center (HCC) disimpulkan, terdapat lima hak kesehatan anak Indonesia yang hingga kini belum juga terpenuhi oleh negara.

Lima hak kesehatan anak Indonesia yang belum terpenuhi oleh negara, antara lain:

Bayi

1. Hak untuk terbebas dari masalah gizi buruk/gizi kurang, gizi lebih.

2. Hak untuk mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan secara umum dan layanan kesehatan mental pada anak belum terpenuhi secara optimal.

3. Hak pengasuhan dari orangtua dan komunitas yang belum terlindungi.

4. Hak terhadap akses Pendidikan, terutama pendidikan kesehatan di lembaga pendidikan (sekolah) yang belum fokus

5. Hak untuk dilahirkan dengan selamat dan hidup dengan kualitas hidup sehat yang baik (mengingat angka kematian pada neonatal, bayi, balita masih sangat tinggi).

"Kelima hak kesehatan anak yang belum terpenuhi diperoleh dari suatu penelitian, dalam bentuk rangkaian kajian berbasis konsensus ahli dan studi literatur," ujar Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, saat konferensi pers Hasil Survei Penelitian Hak Kesehatan Anak Indonesia secara virtual, Kamis (29/7/21).

Baca Juga : Akibat Pandemi Covid-19, Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat

Lebih lanjut dr. Ray menjelaskan, penelitian ini melibatkan 36 akademisi, pemerhati atau praktisi, pemangku kepentingan, dan pelaku program perlindungan hak anak dan kesehatan anak Indonesia dari 13 provinsi di Indonesia.

Ia menjelaskan, studi ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan besar terkait apakah setelah 75 tahun merdeka, hak anak Indonesia sudah terlindungi dan dipenuhi oleh negara atau belum.

Dari analisis konsesus ahli secara daring serta kajian literature dengan deskripsi makro, lima hak anak Indonesia yang belum terpenuhi ini adalah hak mendasar yang sebenarnya merupakan masalah klasik yang sudah dialami bangsa ini sejak puluhan tahun silam.

"Artinya ada poin-poin prinsip yang menurut konsensus ahli belum sesuai, dengan komitmen bangsa Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak," terangnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini