50 Ribu Bidan Disiapkan Jadi Vaksinator Vaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 612 2447730 50-ribu-bidan-disiapkan-jadi-vaksinator-vaksin-covid-19-yEy3AoPBVJ.jpeg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMBERIAN vaksin Covid-19 bukan hanya membutuhkan stok vaksin yang banyak, namun juga para tenaga vaksinator. Pasalnya tenaga medis dan para vaksinator jumlahnya terbatas, sehingga sulit untuk mengcover seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karenanya, pemerintah pun memberikan wewenang bidan bisa menjadi vaksinator Covid-19. Memang peran bidan apalagi di sebuah keluarga sangat penting di beberapa daerah yang masih minim tenaga kesehatan.

Dengan begitu, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin, terutama bagi ibu dan anak-anak. Terlebih,  desa-desa peran bidan cukup penting di tengah masyarakat.

"Saya mengusulkan agar bidan dilibatkan dalam program vaksinasi. Alasannya cukup jelas, jumlah bidan yang cukup besar, ada di desa-desa, dan dekat dengan masyarakat," terang Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo dalam webinar 'Workshop Tatalaksana Vaksinasi Covid-19 bagi Vaksinator di Fasyankes Angkatan I', Kamis (29/7/2021).

Hasto cukup yakin bahwa bidan bisa sangat menjangkau masyarakat di desa-desa, karena bidan menjadi tempat para ibu-ibu di desa karena aksesnya yang mudah dijangkau. "Kemudian, masyarakat punya trust yang baik terhadap bidan juga," tambahnya.

Tindak lanjut dari rencana ini, sebanyak 50 ribu bidan tengah menjalani pelatihan untuk bisa menjadi vaksinator yang baik dan sesuai dengan kaidah medis yang berlaku. Hasto menekankan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak bidan di Indonesia yang mendapat pelatihan menjadi vaksinator Covid-19 ke depannya.

"Dalam waktu tidak lama Insyaallah BKKBN tentu melalui Kementerian Kesehatan akan diberikan kewenangan alokasi vaksin dan kemudian vaksin akan dialokasikan ke keluarga," ujarnya penuh optimisme.

Terlebih, saat uji coba dilakukan di Karawang dan Cikampek, antusiasme warga dan kepala daerah terkait program ini sangat baik.

"Pelaksanaan uji coba disambung dengan baik oleh Bupati Karawang dan beberapa kepala daerah lainnya yang kami hubungi juga merespons baik vaksin berbasis keluarga ini," tambah Hasto.

Menurut Hasto, ibu dan anak perlu sekali mendapat vaksin untuk memutus klaster keluarga. Karena itu, peran bidan menjadi sangat penting dalam vaksin berbasis keluarga ini.

"Ayahnya sudah divaksin dari tempat kerja, tapi ibu dan anaknya belum, ya, risikonya masih ada. Untuk itu bidan dikerahkan untuk bisa menjangkau lebih mudah ibu dan anak agar mereka mendapatkan layanan vaksinasi Covid-19 dan bisa semakin kuat perlindungan dirinya dari serangan virus," pungkas Hasto. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini