Curhat Anak-Anak Soal Pandemi Covid-19: Berharap Semua Orang Mau Divaksin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 612 2448036 curhat-anak-anak-soal-pandemi-covid-19-berharap-semua-orang-mau-divaksin-QbYLZe8eMM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TIDAK hanya orang dewasa anak-anak juga menjadi korban pandemi Covid-19. Tak hanya merasa takut terinfeksi, para anak-anak ini juga memiliki keluh-kesah yang mereka alami selama hampir dua tahun lamanya pandemi Covid-19.

Dalam Media Briefing ‘Suara Anak Tentang Vaksin’, Kamis (29/07/2021), seorang anak bernama Ghifara (16) asal Jakarta menceritakan bahwa di daerah rumahnya sempat tiba-tiba banyak sekali yang terkena Covid-19. Orang-orang yang awalnya tidak pakai masker sekarang menjadi menggunakan masker, karena tahu kalau Covid-19 itu benar-benar ada.

“Semoga kasus Covid-19 bisa terus menurun supaya saya bisa belajar lagi di sekolah dan orang-orang tidak kemakan info hoaks, tidak menyebarkan berita-berita nggak jelas,” ujar Ghifara.

Cerita menarik juga dimiliki oleh Pahmi. Anak laki-laki berusia 15 tahun dari Sambas, Kalimantan Barat. Ia bercerita bahwa masih ada temannya yang takut divaksinasi, karena takut dengan jarum suntik dan takut pada efek samping vaksin yang bisa menyebabkan kematian.

"Orang dewasa juga banyak sekali yang tidak mau divaksin karena takut bisa meninggal setelah divaksin," ungkap Pahmi.

Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Fadia (17) juga mengungkapkan kerinduannya untuk bisa kembali masuk ke sekolah lagi. Sebagaimana diketahui, sejak masuknya Covid-19 ke Tanah Air pada Maret 2020, semua kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi daring (online) untuk mencegah penularan virus.

"Berharap semua warga di sini mau vaksin. Sekarang masih banyak yang tidak ikut (vaksin) karena takut efek sampingnya. Semoga Covid-19 cepat pergi, karena sudah ingin sekolah lagi, sudah bosan sekali belajar dari rumah," katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini