Bocah 15 Tahun Ini Jadi Ketakutan dengan Suara Ambulans Gara-Gara Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 612 2448058 bocah-15-tahun-ini-jadi-ketakutan-dengan-suara-ambulans-gara-gara-covid-19-SP6gCw4nlS.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MESKIPUN pada awal pandemi Covid-19 kelompok anak-anak disebut yang sulit terpapar Covid-19, tapi pada kenyataannya tingkat positif rate pada anak di Indonesia tinggi.

Bahkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut case fatality rate Covid-19 terhadap anak-anak di Indonesia terbilang tinggi sebesar 3 sampai 5%, paling banyak di dunia.

Oleh karena itu, pemerintah pun memperbolehkan anak-anak di atas 12 tahun mendapatkan vaksin Covid-19. Meski demikian, tekanan yang dialami anak-anak bukan hanya sekadar penyakit fisik, tapi juga mental.

Dalam Media Briefing ‘Suara Anak Tentang Vaksin’, Kamis (29/07/2021) anak perempuan asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Kudu (16) mengaku memiliki cerita yang menurutnya sangat menakutkan selama masa pandemi Covid-19. Salah satunya adalah banyaknya korban meninggal dunia akibat penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini.

“Rumah saya berada di tepi jalan yang menuju ke pemakaman, dan setiap hari selalu ada ambulans lewat membawa jenazah. Dulu takut sekali setiap mendengar ambulans lewat, tetapi sekarang takutnya sudah berkurang karena dengar sudah ada vaksin untuk anak-anak,” kata Kudu.

Tak hanya Kudu, Virgin anak perempuan berusia 15 tahun yang juga berasal dari Sumba Timur juga membagikan cerita serupa dengan sahabatnya. Ia sangat berharap para orang dewasa bisa menjadi contoh agar anak-anak tidak takut divaksinasi Covid-19.

Sebab, saat ini di wilayahnya masih saja ada masyarakat yang bandel dan menolak untuk divaksin. Hal ini tidak lepas dari kabar-kabar tidak terpercaya seperti bisa meninggal sehabis divaksin. "Semoga makin banyak orang mau divaksin, sehingga pandemi bisa segera berakhir dan kami bisa ke sekolah dan bertemu teman-teman lagi," katanya.

"Saya juga berharap pemerintah bisa menyosialisasikan tentang vaksin kepada anak-anak, supaya anak-anak mengerti pentingnya vaksin," ujar Virgin.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini