Indonesia Penyumbang Polusi Plastik Kedua, Saatnya Belajar Daur Ulang Kemasan Makeup

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 612 2448177 indonesia-penyumbang-polusi-plastik-kedua-saatnya-belajar-daur-ulang-kemasan-makeup-ps2uWXevCL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEMASAN produk skincare Anda kini bisa didaur ulang loh. Di luar negeri, sudah banyak generasi milenial yang melakukannya. Indonesia jangan mau ketinggalan!

Tren kecantikan saat ini menunjukkan sisi positif dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap lingkungan. Laporan Nielsen, Sustainable Shoppers: Buy the Change They Wish to See in the World menyebut, 81 persen konsumen menghendaki kontribusi perusahaan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.

Kesadaran konsumen terhadap tanggung jawab lingkungan ini terutama di kalangan anak muda, milenial (85%) dan gen Z (80%). Lebih dari 73 persen konsumen mengatakan siap beralih ke produk-produk yang lebih ramah lingkungan dan 41 persen menyatakan lebih memilih produk-produk berbahan alami dan organik.

Dijelaskan Peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Intan Suci Nurhati, bicara polusi laut yang paling tren adalah polusi plastik.

"Kita dengar angka, Indonesia nomor 2. Penting kita berkaca apa yang terjadi di sekitar kita," kata Intan dalam webinar Katadata "Cantik dan Ramah Lingkungan, Mungkinkah?".

Data LIPI menyebut, sebesar 8,3 ton plastik mengalir ke Teluk Jakarta. Jika dilihat, plastik merupakan sampah yang persentasi paling tinggi dibanding sampah kayu dan lainnya.

Sementara itu, Intan menjelaskan, kemasan produk skincare harus didaur ulang karena bisa berdampak pada lingkungan. Siapa sangka selain sampah plastik yang mencemari laut, produk skincare seperti sunscreen bisa membunuh terumbu karang loh.

 Makeup

"Sunscreen berdampak ke karang dan lumba-lumba, itu tidak terpikir. Ingin melindungi dari matahari malah terdampak ke lumba-lumba," ujar Intan.

Intan mengajak penggunaan bahan alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperoleh dari keanekaragaman hayati laut. Sebagai contoh bahan alternatif ramah lingkungan adalah teripang dan alga.

Sementara itu, Pandu Brodjonegoro dari Garnier Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat harus bisa berkontribusi terhadap lingkungan hijau. Selain bijak berplastik, saatnya Anda belajar mendaur ulang kemasan skincare atau makeup.

"Green beauty ini impact-nya luar biasa jika dilakukan berkesinambungan," kata Pandu.

Dikatakan Pandu, di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi terdapat bank sampah yang siap menampung kemasan bekas pakai. Nantinya produk itu akan didaur ulang dengan aman.

"Hal ini sangat membantu karena kondisi sampah plastik mengkhawatirkan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini