Ini Gejala Anak Mengalami Dehidrasi, Ketahui Juga Cara Mengatasinya

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 481 2448292 ini-gejala-anak-mengalami-dehidrasi-ketahui-juga-cara-mengatasinya-traR4ox2Yl.jpg Ilustrasi gejala dehidrasi pada anak. (Foto: Sadaham Yathra/Pixabay)

ANAK bisa mengalami dehidrasi seperti orang dewasa. Maka itu, orangtua atau pengasuh harus mengetahui gejalanya, demikian juga cara mengatasinya. Demikian diungkapkan dokter spesialis anak Himawan Aulia Rahman SpA.

"Orangtua atau pengasuh harus mengenali tanda-tanda dehidrasi supaya bisa mencegahnya, jangan sampai dehidrasi terjadi," ujar dr Himawan, seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Ini yang Akan Terjadi jika Dehidrasi saat Puasa, Segera Dicegah Ya 

Ia mencontohkan kehilangan cairan dapat terjadi ketika anak mengalami demam. Pada kenaikan 1 derajat Celsius saat demam, anak membutuhkan tambahan cairan sebesar 12,5 persen dari kondisi normal. Demam menyebabkan air keluar dari tubuhnya melalui kulit dan menimbulkan risiko dehidrasi.

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

Ketika itu anak cenderung tidak mau makan ataupun minum. Hal ini akan menyulitkan penanganan yang dilakukan orangtua saat di rumah. Oleh karena itu, orangtua perlu mengantisipasi kondisi terburuk dengan cara menilai dan mengetahui derajat dehidrasi secara umum pada anak.

"Derajat dehidrasi itu ada tiga. Ada yang ringan, sedang, dan berat," tutur dr Himawan.

Baca juga: Dehidrasi saat Berpuasa Ganggu Fungsi Otak, Gimana Cegahnya? 

Pada dehidrasi ringan, cairan berkurang sebesar 3 sampai 5 persen dari kondisi semula. Ia mengatakan biasanya dehidrasi ringan belum mengganggu sirkulasi peredaran darah, namun tanda-tanda awalnya sudah mulai terlihat.

"Pertama, permukaan mukosa atau permukaan lapisan mulut bagian dalam agak kering. Kedua, anak biasanya mulai haus dan minta banyak minum, itu merupakan kompensasi dari tubuh si anak," jelas dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ini.

Sementara pada dehidrasi sedang, kekurangan cairan sebesar 6 sampai 9 persen. Kemudian sudah ada gangguan sirkulasi atau peredaran darah ditandai dengan peningkatan denyut nadi.

"Saat dehidrasi sedang, anak lebih rewel. Selain itu, matanya mulai terlihat cekung. Kalau dehidrasi yang ringan, mungkin matanya tidak terlihat cekung," ungkapnya.

Baca juga: Pentingnya Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Selama Puasa Ramadhan 

Kemudian pada dehidrasi berat, cairan berkurang 10 persen atau lebih. Kondisi ini umumnya sudah mengganggu sirkulasi. Tangan dan kaki terasa dingin, denyut nadi lebih cepat, dan bisa saja kesadaran akan menurun.

"Kemudian kalau ubun-ubun kepalanya masih terbuka akan terlihat sangat cekung, matanya sangat cekung, serta kencingnya bahkan tidak keluar," paparnya.

Dokter Himawan mengatakan orangtua juga patut curiga jika frekuensi buang air kecil pada anak tidak seperti biasanya. Pada bayi, setidaknya 3 jam sekali sudah harus mengganti popok. Sementara pada anak yang lebih besar sekurang-kurangnya 6 jam sekali.

Baca juga: Waspada Dehidrasi saat Puasa, Bisa Rusak Mood 

Ia juga mengungkapkan prinsip utama dalam penanganan dehidrasi adalah harus mengganti cairan yang sudah hilang. Dirinya menyarankan agar orangtua atau pengasuh berkonsultasi dengan dokter anak terdekat apabila anak mengalami dehidrasi.

"Penggantian cairan itu bisa beberapa macam. Pada anak yang masih mau minum, kita bisa mengganti cairan lewat mulut dengan cairan oralit. Tapi pada kasus anak-anak yang tidak mau minum dan muntahnya sangat banyak, tentu perlu perawatan di rumah sakit dan mengganti cairan yang hilang lewat cairan infus," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini