Anak Ternyata Lebih Rentan Dehidrasi, Ini Penyebabnya

Antara, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 481 2448315 anak-ternyata-lebih-rentan-dehidrasi-ini-penyebabnya-NekjKDA4y6.jpg Ilustrasi gejala dehidrasi pada anak. (Foto: Tung256/Pixabay)

ANAK ternyata lebih rentan mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa. Ini dikarenakan anak-anak memiliki volume cairan lebih besar pada tubuhnya dibandingkan orang dewasa sehingga lebih rentan dengan kondisi perubahan cairan di dalam tubuh.

"Pada bayi sekitar 70 persen dari berat tubuhnya mengandung air. Sementara pada orang dewasa hanya 60 persen," kata dokter spesialis anak Himawan Aulia Rahman SpA, seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Ini Gejala Anak Mengalami Dehidrasi, Ketahui Juga Cara Mengatasinya 

Secara singkat, dehidrasi didefinisikan sebagai kondisi kehilangan air di dalam tubuh. Dokter Himawan mengatakan dehidrasi bisa berbahaya bagi anak karena volume air atau darah untuk sirkulasi peredaran darah ikut berkurang.

Kondisi tersebut turut memicu pasokan makanan dan oksigen pada sel-sel berkurang sehingga bisa menyebabkan komplikasi.

Ilustrasi gejala dehidrasi pada anak. (Foto: Sadaham Yathra/Pixabay)

Selain proporsi cairan yang relatif lebih besar, anak bisa rentan mengalami dehidrasi karena metabolisme pada tubuhnya masih dalam proses pertumbuhan.

Faktor rasio perbandingan luas permukaan kulit terhadap berat badan pada anak yang relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa juga turut memengaruhi tingkat kerentanan dehidrasi pada anak.

Baca juga: Suara Anak tentang Vaksin: Tingkatkan Imun Supaya Tidak Kena Corona 

Terakhir, anak lebih rentan terkena infeksi, seperti diare, karena kekebalan tubuhnya belum matang. Penyakit diare merupakan pemicu dehidrasi paling umum pada anak.

"Penyebab dehidrasi pada anak itu bermacam-macam, namun umumnya bisa diakibatkan kehilangan cairan dari saluran pencernaan anak, yaitu lewat diare dan muntah," jelas dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ini.

Ia menyebut diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada anak di bawah usia 5 tahun yang terjadi di seluruh dunia setelah infeksi paru-paru atau pneumonia.

Baca juga: 275 Daerah Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2021 

"Sebagian besar diare diakibatkan infeksi virus. Untuk mencegah dehidrasi berarti kita harus mencegah diare pada anak. Sudah ada imunisasi untuk mencegah diare, biasanya dilakukan sebelum usia 24 minggu atau 32 minggu," terangnya.

Kehilangan cairan pada tubuh juga bisa terjadi pada saat anak mengalami demam, asupan cairan yang tidak cukup, cuaca panas atau terik, serta aktivitas berat yang dilakukan anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini