Kasus Harian Covid-19 di Tokyo Cetak Rekor, Gegara Olimpiade 2020?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 481 2448342 kasus-harian-covid-19-di-tokyo-cetak-rekor-gegara-olimpiade-2020-Y2MkIf0IlG.jpg Kasus Covid-19 di Tokyo meroket saat Olimpiade (Foto : Independent)

Tokyo, Jepang, mencatat rekor baru kasus Covid-19 harian pada Rabu (28/7/2021), sebanyak 3.177 kasus. Kenaikan kasus tersebut langsung memberi tekanan pada layanan rumah sakit.

Kenaikan kasus tersebut menambah kekhawatiran di tengah berlangsungnya Olimpiade Tokyo 2020. Ya, banyak orang dari belahan penjuru dunia datang ke satu lokasi dan belum ada yang bisa menjamin tidak adanya kasus di sana.

Sejauh ini tercatat ada 16 kasus positif Covid-19 di terkait Olimpiade, dengan total 169 sejak 1 Juli. Dengan catatan tersebut, atlet, pelatih, staf, maupun wartawan semuanya harus patuh mengikuti aturan ketat yang berlaku di sana.

Tokyo

Ya, panitia penyelenggara memastikan protokol kesehatan sangat ketat dilaksanakan di lokasi pertandingan maupun Desa Olimpiade. Begitu juga saat kasus ditemukan.

"Saya pikir kami telah memasuki tren kenaikan tajam dalam kasus Covid-19 yang paling saya takuti," kata Gubernur Kanagawa Yuji Kuroiwa.

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 di Amerika Mudah Didapat di Apotek dan Gratis

Tokyo sendiri berada di urutan keempat di Jepang dengan kasus Covid-19 terbanyak. Tiga wilayah lain kini menerapkan aturan 'quasi-emergency' atau darurat semu.

Secara nasional, jumlah kasus Covid-19 baru melebihi 9.000 untuk pertama kalinya, menurut perhitungan lembaga penyiaran publik NHK, dikutip dari Reuters, Jumat (30/7/2021).

Sementara itu, banyak orang Jepang khawatir terjadinya penyebaran infeksi dari peserta Olimpiade. Suga pada Selasa lalu mendesak orang untuk tinggal di rumah saja dan menyaksikan pertandingan Olimpiade melalui televisi.

Berlangsungnya Olimpiade Tokyo 2020 sendiri sejatinya menimbulkan pro-kontra. Beberapa ahli kesehatan sejak awal mengatakan bahwa melanjutkan Olimpiade sama saja mengirimkan pesan bahwa akan ada risiko besar terjadinya penyebaran infeksi langsung dari peserta.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini