Dokter Ingatkan Tutup Luka Pakai Kasa Tak Jamin Bebas Bakteri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 481 2448573 dokter-ingatkan-tutup-luka-pakai-kasa-tak-jamin-bebas-bakteri-WQHol1m0k6.jpg Penggunaan kasa untuk menutup luka. (Foto: Shutterstock)

TINDAKAN yang paling umum dilakukan setelah membersihkan luka adalah menutupnya pakai kain kasa. Bahkan, cara ini banyak dilakukan juga oleh tenaga kesehatan. Tapi pada kenyataannya, kasa yang dijadikan penutup tidak betul-betul melindungi luka dari paparan kotoran atau bakteri yang bisa memperburuk kondisi luka.

Baca juga: 5 Pengobatan Pertama Rumahan untuk Luka Bakar 

"Saya banyak dapat jawaban ketika bertanya ke nakes kenapa tutup luka dengan kasa. Mereka rata-rata berkata supaya luka terhindar dari paparan bakteri yang bisa memperburuk kondisi luka. Padahal, kasa tidak menjamin luka bebas bakteri," papar dokter perawatan luka Adisaputra Ramadhinara dalam webinar, Jumat (30/7/2021).

Kain kasa untuk menutup luka. (Foto: Empowher)

Ia melanjutkan, kain kasa yang banyak dipercaya dapat menutup luka dari paparan bakteri, faktanya masih bisa kemasukan bakteri. Terlebih lagi jika lapisannya yang diberikan ke luka tipis.

"Berdasarkan studi ilmiah, kasa baru bisa mencegah paparan bakteri terhadap luka itu sampai 64 lapisan. Jadi kalau mau luka benar-benar aman dari bakteri dengan menutupnya pakai kasa, diperlukan 65 lapis, dan mesti diganti 2 kali sehari," papar dr Adi.

Baca juga: 7 Manfaat Paprika untuk Kesehatan, Sembuhkan Luka hingga Cegah Serangan Jantung 

Jadi, penggunaan kain kasa sebagai penutup luka bukan pilihan bijak, terlebih lagi jika lukanya cukup berat. Hal yang perlu diperhatikan ialah proses pembersihan lukanya benar-benar harus tepat agar luka bisa segera pulih tanpa ada komplikasi lanjutan.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini