Kasus Covid-19 Melonjak, Bolehkah Balita Diajak Keluar Rumah?

Antara, Jurnalis · Sabtu 31 Juli 2021 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 481 2448706 kasus-covid-19-melonjak-bolehkah-balita-diajak-keluar-rumah-S3ix0ZNGW3.jpg Ilustrasi balita. (Foto: Tung256/Pixabay)

ANAK-anak tidak dianjurkan keluar rumah selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Level 4 yang berlangsung hingga 2 Agustus 2021. Anjuran ini khususnya bagi anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun (balita) demi mengurangi risiko terpapar covid-19.

"Di Juli ada masa-masa libur, mohon sekali anak-anak tidak diajak ke pasar, tempat umum, apalagi rekreasi," kata Koordinator Poksi Kesehatan Balita dan Anak Usia Prasekolah Kementerian Kesehatan Dokter Ni Made Diah dalam sebuah webinar, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Segarnya Es Lemon Karamel ala Chef Jerry Andrean, Cocok Dinikmati saat Cuaca Panas 

Ia melanjutkan, balita terkonfirmasi positif covid-19 selama masa pandemi memang hanya sekira 2,9 persen dari total kasus, tapi tetap saja risiko kematian mereka cukup besar bila terpapar penyakit akibat infeksi virus SARS-CoV-2 itu.

"Memang balita terkonfirmasi kurang lebih 2,9 persen dari seluruh kasus, tetapi kalau sampai dia positif, itu risiko kematiannya juga cukup besar. Jadi mohon lindungi balita kita, jangan sampai tertular," tutur dr Ni Made.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Di sisi lain, balita di Indonesia juga masih dihantui kondisi kesehatan lain yang tak bisa disepelekan. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sekira 29,5 persen bayi lahir dalam kondisi prematur. Lalu 7,1 persen bayi dengan berat lahir rendah; 10 persen bayi terkena diare; dan 2,1 persen mengalami pneumonia.

Baca juga: Selain Anosmia, Pasien Covid-19 Juga Bisa Alami Hiposmia dan Parosmia 

Balita juga 16,29 persen menghadapi masalah kurang gizi; kemudian 27,67 persen mengalami tubuh pendek atau berpotensi untuk stunting; dan sebanyak 7,44 persen dalam kondisi kurus atau berat badan kurang berdasarkan usianya.

"Kondisi-kondisi ini akan memudahkan balita terkena infeksi. Ini menambah risiko dari kondisi bayi-bayi kita sehingga perlu diselamatkan, dan yang tidak mengalami risiko ini kita perlu tetap jaga kesehatannya," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini